Indeks Kebebasan Pers Anjlok, Indonesia Timur Jadi Wilayah Paling Rentan Pembungkaman Media

waktu baca 4 menit
Senin, 2 Feb 2026 06:13 89 Redaksi

Sorong Today, Sorong – Kondisi kebebasan pers di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Wilayah Indonesia timur disebut sebagai kawasan paling rentan terhadap praktik pembungkaman media dan kekerasan terhadap jurnalis.

Hal ini mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Pembungkaman Media dan Krisis Kebebasan Pers di Indonesia Timur” yang digelar Human Rights Working Group (HRWG) bersama Program Jurnalisme Aman dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), bertempat di salah satu hotel di Kota Sorong, Senin (2/2/2026).

Diskusi ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Dewan Pers dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam rangka memperkuat perlindungan terhadap jurnalis, khususnya di kawasan Indonesia timur yang selama ini kerap menghadapi tekanan, intimidasi, hingga kekerasan saat menjalankan kerja jurnalistik.

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi tersebut, di antaranya Anggota Pokja Dewan Pers Erik Tanjung, Ketua Komnas HAM Papua Fritz Ramandey, Ketua AJI Ternate Yunita Kaunar, perwakilan AJI Jayapura Safwan Ashari, Program Manager Jurnalisme Aman Ardhi Rosyadi, Aktivis Perempuan Papua Yuliana Langowuyo, serta perwakilan AJI Indonesia Bayu. Diskusi dipandu oleh moderator Yohanis Mambrasar.

Ketua Komnas HAM Papua, Fritz Ramandey menegaskan bahwa kebebasan pers tidak bisa dilepaskan dari karakter rezim yang sedang berkuasa. Menurutnya, setiap praktik pembungkaman media harus dibaca dalam konteks politik nasional serta relasi kuasa antara negara dan pers.

“Kebebasan pers selalu berkaitan langsung dengan siapa rezim yang berkuasa. Kita tidak bisa hanya melihat kasus secara lokal atau parsial,” ujar Ketua Komnas HAM Papua, Fritz Ramandey.

Dirinya mencontohkan insiden pencabutan kartu identitas khusus istana milik wartawan CNN Indonesia, Diana, pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Insiden tersebut terjadi setelah Diana mengajukan pertanyaan terkait dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat peliputan kepulangan Presiden dari lawatan kenegaraan.

“Memang kartu pers itu akhirnya dikembalikan, tetapi peristiwa tersebut sudah mengirim pesan ancaman kepada jurnalis. Jika tindakan aparat di sekitar kekuasaan tidak dikoreksi, negara bisa dianggap membiarkan represi terhadap pers,” tegasnya.

Fritz mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Berdasarkan catatan AJI Indonesia, hingga 3 Mei 2025 tercatat sedikitnya 38 kasus kekerasan terhadap jurnalis, mulai dari intimidasi, penganiayaan, hingga kriminalisasi melalui instrumen hukum.

Situasi ini juga tercermin dalam World Press Freedom Index 2025 yang dirilis Reporters Without Borders (RSF). Dalam laporan tersebut, Indonesia berada di peringkat 127 dari 180 negara, menandakan penurunan signifikan kebebasan pers.

“Ini situasi yang menggelisahkan. Sebagai mantan jurnalis dan bagian dari sejarah AJI di Tanah Papua, saya melihat ancaman terhadap pers hari ini bukan hal baru, tetapi polanya semakin kompleks,” ucapnya.

Diskusi tersebut menyoroti berbagai tantangan kebebasan pers di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga sebagian Sulawesi. Jurnalis di kawasan ini dinilai kerap mengalami pembungkaman berulang, terutama saat meliput isu keamanan, konflik agraria, dan industri ekstraktif.

Beberapa persoalan utama yang diidentifikasi antara lain:

  • Pendekatan keamanan yang berlebihan terhadap kerja jurnalistik
  • Lemahnya perlindungan hukum bagi jurnalis
  • Rendahnya literasi HAM di kalangan aparat
  • Ketimpangan relasi kekuasaan antara pusat dan daerah
  • Kerentanan ekonomi media lokal

Selain itu, pemerintah dinilai belum memiliki sensitivitas yang memadai dalam memandang pers sebagai pilar utama demokrasi. Di saat yang sama, serangan intimidasi terhadap wartawan terus meningkat, sementara jangkauan media arus utama di Indonesia timur semakin menyempit. Kondisi ini diperparah dengan menjamurnya media partisan serta keterbatasan Dewan Pers dalam melakukan pengawasan.

Para narasumber sepakat bahwa pembungkaman media bukanlah peristiwa tunggal, melainkan upaya sistematis, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk membatasi dan menekan kerja jurnalistik. Bentuknya meliputi intimidasi, ancaman, kekerasan fisik dan psikis, kriminalisasi, hingga sensor dan pembatasan liputan.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus dorongan bagi negara untuk lebih serius memperkuat perlindungan jurnalis serta menjamin kebebasan pers sebagai bagian tak terpisahkan dari negara hukum dan demokrasi konstitusional.

“Kebebasan pers adalah jaminan hak jurnalis, kebebasan editorial, serta akses publik terhadap informasi. Campur tangan kekuasaan politik dan ekonomi harus dihentikan,” tandas Fritz Ramandey, mantan Ketua AJI Papua. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot