Sorong Today – Sebanyak 114 calon mahasiswa baru Politeknik Saint Paul Sorong mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Aula Kampus Politeknik Saint Paul Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi sekaligus memahami sistem pembelajaran, budaya akademik, organisasi kemahasiswaan serta nilai-nilai yang harus diterapkan selama menempuh pendidikan di Politeknik Saint Paul Sorong.
PKKMB dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Saint Paul Sorong, Sonny Rumalutur.
Turut hadir Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya Viktor F. Solossa, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Djon Ayorbaba, jajaran dosen serta civitas akademika Politeknik Saint Paul Sorong.
Ketua Panitia PKKMB Politeknik Saint Paul Sorong, Fanny Jitmau, mengatakan sebanyak 114 calon mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut.
Para peserta berasal dari enam program studi, yakni Teknik Mesin sebanyak 19 orang, Teknik Sipil 32 orang, Teknik Elektro 18 orang, Rekayasa Komputer dan Jaringan 21 orang, Akuntansi Keuangan Publik 15 orang, serta Akuntansi Perpajakan sebanyak 9 orang.
“PKKMB ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem pembelajaran dan kehidupan kemahasiswaan,” kata Fanny.
Ia menjelaskan, PKKMB tidak hanya bertujuan memperkenalkan fasilitas dan aturan kampus, tetapi juga menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara, nilai-nilai akademik, kepedulian terhadap lingkungan serta pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di lingkungan kampus.
Selain itu, mahasiswa baru diperkenalkan dengan Tridharma Perguruan Tinggi, kebebasan dan etika akademik, serta berbagai strategi untuk mengembangkan diri melalui organisasi maupun kegiatan prestasi.
Fanny berharap kegiatan tersebut dapat membangun persahabatan dan kekeluargaan antara mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan.
“Kami berharap mahasiswa mampu mengedepankan sikap sebagai intelektual, memiliki kemampuan problem solving dan memahami kiat sukses belajar serta mengembangkan diri di perguruan tinggi,” ujarnya.
Direktur Politeknik Saint Paul Sorong, Sonny Rumalutur, mengatakan mahasiswa baru sedang memasuki babak kehidupan yang berbeda setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah.
Menurutnya, mahasiswa akan menghadapi lingkungan baru, bertemu dengan dosen dan teman-teman dari berbagai latar belakang.
Karena itu, PKKMB menjadi momentum penting untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi.
Ia menekankan bahwa tema pembentukan mahasiswa yang unggul, berintegritas, adaptif dan berdaya saing global bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah pembentukan karakter mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Mahasiswa yang unggul bukan hanya mahasiswa yang memperoleh nilai akademik tinggi. Keunggulan juga terlihat dari kemauan untuk belajar, kemampuan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah dan kesungguhan mengembangkan potensi diri,” jelasnya.
Sonny juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut mencoba, tidak malu bertanya, aktif berdiskusi serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Saint Paul Sorong mendorong mahasiswa menghubungkan teori dengan praktik sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja.
Selain kemampuan akademik, ia menekankan pentingnya integritas.
Mahasiswa diminta membangun kebiasaan jujur, bertanggung jawab, disiplin, menghargai orang lain serta menaati aturan akademik.
“Integritas berarti adanya keselarasan antara pernyataan, sikap dan tindakan. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti mengerjakan tugas dengan jujur, tidak melakukan plagiarisme, menghargai waktu dan berani bertanggung jawab atas kesalahan,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Papua Barat Daya, Viktor F. Solossa, mengatakan pendidikan memiliki peran strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya.
Ia mengajak mahasiswa baru memahami bahwa pendidikan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
Kampus, menurutnya, menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa yang saat ini berada di bangku perguruan tinggi merupakan bagian dari sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan Papua Barat Daya.
Ia menyebut pembangunan sumber daya manusia perlu diarahkan pada tiga aspek penting, yakni menciptakan masyarakat yang cerdas, sehat dan produktif.
“Pendidikan tidak pernah putus dan tidak pernah berakhir. Karena itu, kesempatan yang ada hari ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Djon Ayorbaba, juga berpesan kepada mahasiswa baru agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di Politeknik Saint Paul Sorong dengan sungguh-sungguh.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting dalam mencetak mahasiswa yang memiliki karakter, kompetensi dan kesiapan menghadapi masa depan.
Djon mengingatkan mahasiswa bahwa kesempatan belajar merupakan sesuatu yang harus disyukuri dan dimanfaatkan dengan baik.“Adik-adik mahasiswa sudah memilih rumah yang tepat.
Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mengenal kampus, dosen dan teman-teman serta mengembangkan diri,” katanya.
Ia berharap mahasiswa Papua Barat Daya yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah. (*)
Tidak ada komentar