Sorong Today, Maybrat – Pemerintah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, resmi melaunching penyaluran Bantuan Pangan Beras di wilayah Kabupaten Maybrat, Senin (7/9/2026).
Usai dilaunching, bantuan pangan beras mulai disalurkan secara bertahap ke sejumlah distrik.
Pada tahap perdana, penyaluran dilakukan di lima distrik dan mendapat pengawalan langsung dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, mengatakan dirinya bersama Sekretaris Dinas, para kepala bidang dan seluruh staf turun langsung untuk memastikan proses penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berjalan sesuai ketentuan.
“Penyaluran di lima distrik dikawal langsung oleh kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang dan seluruh staf. Pengawalan dan pendampingan penyaluran CBP ini merupakan tugas pokok dinas yang diamanatkan undang-undang, peraturan Kepala Bapanas serta petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan penyaluran,” ujar Korneles.
Lima distrik yang menjadi lokasi penyaluran perdana tersebut yakni Distrik Aifat Timur Jauh, Aifat Timur, Aifat Timur Selatan, Aifat Timur Tengah dan Aifat Selatan.
Sementara itu, penyaluran bantuan pangan beras di distrik lainnya akan dilanjutkan mulai Rabu dan ditargetkan berlangsung selama dua pekan hingga seluruh proses penyaluran selesai.
Korneles menjelaskan, bantuan pangan beras merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus menjadi penopang kebutuhan pangan masyarakat pada masa jeda sebelum hasil pertanian lokal memasuki masa panen.
Ia menyebutkan, setiap penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram sesuai ketentuan program.
“Beras ini mengisi masa jeda saat masyarakat sedang berproses mengolah lahan dan menunggu hasil panen,” jelasnya.
Menurut Korneles, ketahanan pangan keluarga di Maybrat tidak boleh hanya bergantung pada pangan strategis seperti beras.
Pangan lokal tetap harus menjadi salah satu pilar utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong adanya kombinasi antara pangan strategis nasional, seperti beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, telur, daging ayam, daging sapi, ikan, gula, minyak goreng dan tepung, dengan berbagai komoditas pangan lokal.
Komoditas lokal tersebut antara lain umbi-umbian, sayuran, buah-buahan serta hasil perikanan danau.
“Dengan kombinasi pangan strategis nasional dan komoditas pangan lokal, ketahanan pangan keluarga akan semakin kuat. Inilah yang kita dorong melalui inovasi Maybrat Aman Pangan atau MAPAN,” katanya.
Korneles menegaskan, penyaluran bantuan pangan beras merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan juga terus mendorong pengembangan sektor pangan lokal melalui berbagai inovasi.
Salah satunya melalui Inovasi MAPAN (Maybrat Aman Pangan) yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan melibatkan pelaku UMKM pangan dalam lima klaster.
Program tersebut juga didorong agar terintegrasi dengan berbagai agenda pembangunan, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Maybrat.
“Selama saya ada di Dinas Ketahanan Pangan, saya akan terus mendorong berbagai upaya untuk mendukung MAPAN melalui sejumlah inovasi, termasuk pilar UMKM pangan lima klaster yang terintegrasi dengan KDMP, MBG dan SSH Maybrat,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya hilirisasi pangan sebagaimana semangat Asta Cita Presiden juga terus didorong di Kabupaten Maybrat melalui berbagai terobosan yang diharapkan memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat.
Untuk memastikan inovasi MAPAN berjalan secara optimal, Dinas Ketahanan Pangan Maybrat mendorong penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Korneles menyebut terdapat delapan OPD yang didorong untuk bekerja secara terpadu dalam mendukung pelaksanaan inovasi tersebut.
“Melalui kerja kolaborasi, sinergitas dan komunikasi efektif delapan OPD atau Oktagon, inovasi MAPAN akan kita wujudkan sesuai dengan jangka waktu yang telah dicanangkan,” ujarnya.
Ia berharap inovasi MAPAN nantinya tidak hanya menjadi program ketahanan pangan, tetapi dapat berkembang menjadi model pembangunan pangan dan pertanian yang sesuai dengan karakteristik serta potensi Kabupaten Maybrat.
“Kami berharap MAPAN dapat menjadi model pembangunan pangan dan pertanian di Kabupaten Maybrat,” pungkas Korneles. (*)
Tidak ada komentar