Sorong Today – Tim 11 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB) memperkenalkan Nila Braja 001 kepada masyarakat Distrik Klamono, Papua Barat Daya, sebagai bagian dari upaya mengembangkan budidaya ikan yang produktif dan berkelanjutan.
Program yang berlangsung selama empat bulan, Agustus hingga November 2026, menyasar empat kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), yakni Posa Mandiri, Ketapang, Nusantara Jaya dan Alda.
Nila Braja 001 yang dikembangkan dalam program ini didatangkan dari Laboratorium Sumberpasir, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya, Malang. Strain tersebut merupakan hasil persilangan Nila Jatimbulan dan Kekar.
Pendampingan diawali dengan proses aklimatisasi dan penebaran Nila Braja di Pokdakan Posa Mandiri. Tim 11 TEP UB juga membekali masyarakat dengan alat ukur kualitas air, probiotik, pakan pelet serta aerator untuk mendukung pengelolaan budidaya.
Melalui pendampingan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima benih dan sarana pendukung, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai kualitas air, pemberian pakan, kesehatan ikan serta pengelolaan kolam secara lebih terukur.
Pengembangan Nila Braja juga diperkuat melalui koordinasi dengan Balai Benih Ikan (BBI) Majener dan Dinas Perikanan. Langkah ini diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam penyediaan benih, teknologi serta peningkatan kapasitas pembudidaya.
Keberadaan empat Pokdakan diharapkan menjadi kelompok percontohan yang dapat menularkan pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat lainnya. Dalam jangka panjang, budidaya ikan diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperkuat rantai ekonomi dan mendorong terbentuknya sentra perikanan masyarakat di Klamono Raya.
Perjalanan Nila Braja dari Malang ke Klamono pun menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan potensi perikanan secara berkelanjutan. (*)
Tidak ada komentar