Sorong Today, Maybrat – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga melalui inovasi MAPAN (Maybrat Aman Pangan).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, mengatakan pihaknya saat ini intensif melakukan inventarisasi dan validasi terhadap UMKM pangan yang tersebar di wilayah Kabupaten Maybrat.
Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara lebih jelas kondisi dan potensi UMKM pangan, mulai dari jenis usaha, kualifikasi usaha, legalitas hingga berbagai kendala yang dihadapi para pelaku usaha.
“Dalam inovasi MAPAN, kami terus menginventarisir dan memvalidasi UMKM pangan yang ada di Maybrat. Data ini penting untuk mengetahui kondisi usaha sekaligus menentukan bentuk perhatian, arahan dan pendampingan yang dibutuhkan,” ujar Korneles Naa, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, UMKM pangan yang didata terbagi dalam lima klaster, yakni usaha pangan di lahan, pengepul, pengolahan produk pangan, warung kuliner makanan lokal, serta kios pangan yang menjual komoditas pangan strategis.
Pendataan saat ini masih berlangsung di tiga wilayah besar di Kabupaten Maybrat. Data yang dikumpulkan mencakup identitas dan kualifikasi usaha, legalitas serta permasalahan yang dihadapi masing-masing pelaku UMKM.
Korneles menjelaskan, data dan informasi yang terkumpul nantinya akan diolah lebih lanjut sebagai dasar pemerintah dalam memberikan penguatan kepada UMKM pangan, baik usaha yang sudah berjalan maupun UMKM yang baru mulai dibentuk dari tahap awal.
“Dengan dukungan data dan informasi yang cukup, kita bisa menentukan langkah penguatan UMKM pangan secara lebih tepat. Baik UMKM yang sudah berjalan maupun yang baru dibentuk dari nol, semuanya membutuhkan pendampingan agar dapat berkembang,” jelasnya.
Korneles mengatakan penguatan UMKM pangan merupakan salah satu milestone penting dalam proyek perubahan melalui inovasi MAPAN.
Ia berharap MAPAN dapat menjadi model pembangunan sektor pangan dan pertanian di Kabupaten Maybrat ke depan, sebagaimana arahan Bupati Maybrat, Ketua DPRK Maybrat dan Sekda Maybrat saat peluncuran MAPAN pada 17 Agustus 2026 lalu.
“Harapannya MAPAN ini menjadi model pembangunan pangan dan pertanian di Maybrat ke depan, sehingga kebutuhan pangan keluarga dapat tercukupi mulai dari wilayah Sehu sampai Ainesra, serta Suswa sampai Sumanis,” katanya.
Menurut Korneles, keluarga menjadi salah satu pilar utama dalam menggerakkan ketahanan pangan. Karena itu, keluarga perlu didorong untuk menumbuhkembangkan usaha pangan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi sekaligus memberikan nilai ekonomi.
Ia menilai penguatan UMKM pangan di tingkat keluarga tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan pangan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Korneles menambahkan, pengembangan MAPAN ke depan akan diarahkan agar terintegrasi dengan berbagai program pembangunan, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Sekolah Sepanjang Hari (SSH).
Integrasi tersebut diharapkan dapat mempercepat hilirisasi pangan lokal di Kabupaten Maybrat. Produk pangan yang dihasilkan masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat masuk ke dalam rantai pasok berbagai program pemerintah.
“Kita ingin membangun ekosistem pangan yang terintegrasi. UMKM pangan menjadi salah satu penggeraknya, keluarga sebagai basisnya, sementara program KDKMP, MBG dan SSH dapat menjadi bagian dari hilirisasi produk pangan lokal Maybrat,” pungkas Korneles.
Melalui inovasi MAPAN, Pemerintah Kabupaten Maybrat menargetkan terbentuknya ekosistem pangan yang lebih kuat dari tingkat keluarga hingga pelaku usaha, sehingga ketahanan pangan masyarakat dapat diwujudkan secara berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (*)
Tidak ada komentar