Sorong Today, Aimas – Sirojjuddin resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong periode 2026-2030, menggantikan Rustamadji yang kini dikukuhkan sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unimuda Sorong.
Pelantikan rektor dan pengukuhan Badan Pembina Harian Unimuda Sorong masa jabatan 2026-2030 tersebut berlangsung di UCC Gedung Pascasarjana Unimuda Sorong, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (29/9/2026).
Dalam sambutannya, Rektor Unimuda Sorong Sirojjuddin menegaskan bahwa amanah sebagai rektor bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas kepada Allah SWT, Persyarikatan Muhammadiyah, sivitas akademika, masyarakat, bangsa, dan generasi mendatang.
Ia menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada seluruh pimpinan serta keluarga besar Unimuda Sorong, pimpinan Muhammadiyah, dan Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin perguruan tinggi tersebut.
Menurut Sirojjuddin, memimpin sebuah universitas tidak dapat dilakukan seorang diri. Karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika membangun kebersamaan, menyatukan gagasan, meningkatkan kerja keras, serta menjaga integritas dan kekompakan demi kemajuan kampus.
“Saya menyadari bahwa seorang rektor tidak mungkin bekerja sendiri. Untuk itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika membangun kebersamaan, gagasan, kerja keras, integritas, dan kekompakan agar kualitas Unimuda semakin meningkat,” ujarnya.
Sirojjuddin mengatakan, Unimuda Sorong merupakan bagian dari perjalanan panjang pendidikan di Tanah Papua yang memiliki tujuan utama mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ia menegaskan, kehadiran Unimuda tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki karakter kuat, berakhlak, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk manusia yang dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Ke depan, Unimuda Sorong akan memperkuat identitas sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang pendidikan, riset produktif, pengabdian kepada masyarakat, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sirojjuddin juga menekankan pentingnya menjadikan Papua bukan hanya sebagai objek kajian, melainkan sebagai sumber pengetahuan, inovasi, penelitian, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia menilai Papua memiliki kekayaan biodiversitas, budaya, kearifan lokal, serta generasi muda dengan potensi luar biasa yang perlu dihubungkan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan nilai-nilai Islam berkemajuan.
“Papua tidak hanya menjadi objek kajian, tetapi harus menjadi sumber pengetahuan, inovasi, penelitian, dan solusi bagi persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Dalam arahannya, Sirojjuddin juga menyoroti perubahan dunia pendidikan tinggi yang semakin cepat seiring perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), digitalisasi, transformasi dunia kerja, serta perkembangan teknologi.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari proses transformasi tersebut.
Karena itu, Unimuda Sorong akan mendorong inovasi, transformasi digital, penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah, perluasan kerja sama internasional, serta pengembangan organisasi dan ekosistem pembelajaran mahasiswa.
Dalam aspek tata kelola, Sirojjuddin menegaskan komitmennya untuk membangun kepemimpinan yang berkualitas, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan.
Ia mengatakan, teknologi harus menjadi sarana untuk mendukung kemajuan universitas, bukan menjadi tujuan utama yang mengabaikan nilai-nilai dasar pendidikan dan tanggung jawab terhadap persyarikatan.
Ia juga berkomitmen membuka ruang komunikasi yang lebih luas, menghargai perbedaan pendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik, serta memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan kepentingan yang lebih besar bagi kemajuan universitas. (*)
Tidak ada komentar