Sorong Today – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mulai dirasakan masyarakat dengan berkurangnya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut salah satunya dialami warga Kampung Usili, Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong.
Di tengah keterbatasan sumber air, warga Kampung Usili terpaksa menggunakan air berwarna kecokelatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mencuci hingga keperluan lainnya.
Kondisi semakin memprihatinkan karena sebagian warga bahkan terpaksa menampung air dari pelepah sagu untuk memenuhi kebutuhan air minum.
Keterbatasan air bersih itu kemudian mendapat perhatian dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sorong.
TP PKK Kabupaten Sorong menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik yang terdampak kekurangan air, termasuk warga Kampung Usili.
Momen haru terlihat ketika mobil tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih tiba di Kampung Usili.
Warga sudah menantikan bantuan tersebut langsung mendatangi mobil tangki dengan membawa berbagai wadah penampung air, mulai dari galon, jeriken, ember hingga tempat penampungan lainnya.
Satu per satu warga mengisi wadah mereka dengan air bersih. Senyum dan wajah ceria pun terlihat ketika air bersih mulai mengalir ke tempat penampungan milik warga.
Ketua TP PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, turut turun langsung membantu warga dengan mengisi air bersih ke sejumlah wadah yang dibawa masyarakat.
Junita mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian TP PKK Kabupaten Sorong terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
“Hari ini kami TP PKK Kabupaten Sorong berkunjung ke Jemaat GKI Solafije, Kampung Usili. Salah satu tujuannya adalah memberikan air bersih yang bisa digunakan untuk kebutuhan memasak dan minum,” kata Junita.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat setempat melalui penyediaan sumber air.
Menurutnya, sumber air yang tersedia melalui pengeboran tersebut memang telah dimanfaatkan warga, namun sejauh ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, warga masih harus membeli air bersih.
“Sejauh ini air yang ada hanya bisa digunakan untuk mencuci dan mandi. Tetapi untuk kebutuhan sehari-hari, dalam hal ini minum dan memasak, masih dibeli oleh bapak dan ibu warga masyarakat,” ujarnya.
Junita menyebut kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan debit air di sejumlah sumber air masyarakat mengalami penurunan.
Bahkan, sungai, sumur maupun kali-kali kecil yang selama ini menjadi sumber air masyarakat di beberapa lokasi tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga.
“Karena kemarau, debit air berkurang. Bahkan mungkin sungai, sumur atau kali-kali kecil yang memproduksi air sama sekali tidak ada,” katanya.
Menurut Junita, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama dan membutuhkan penanganan pemerintah daerah, khususnya organisasi perangkat daerah teknis yang berkaitan dengan penyediaan air bersih.
Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan pemetaan terhadap titik-titik permukiman masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama air yang layak digunakan untuk memasak dan minum.
“Ini mungkin menjadi pekerjaan rumah bagi kami, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Mungkin Bapak Bupati bersama OPD teknis, dalam hal ini PU, bisa mengecek masyarakat kita di titik-titik yang memang membutuhkan sentuhan air bersih,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat diikuti dengan perhatian dan intervensi dari pemerintah daerah maupun OPD teknis agar kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih dapat terpenuhi selama musim kemarau.
“Semoga ini juga menggerakkan OPD teknis dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati,” ujarnya.
Junita menambahkan, persoalan kekurangan air bersih akibat kemarau tidak hanya terjadi di satu wilayah.
Karena itu, diperlukan perhatian dan langkah bersama untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih.
“Kita ketahui bersama, kemarau ini melanda banyak wilayah. Tetapi mungkin bisa ada perhatian khusus untuk masyarakat kita yang memang membutuhkan air bersih,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar