Sorong Today, Maybrat – Pemerintah Kabupaten Maybrat resmi meluncurkan Program Inovasi Perubahan Maybrat Aman Pangan (MAPAN) yang digagas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Bupati Maybrat Karel Murafer, didampingi Wakil Bupati Ferdinando Solossa, Sekretaris Daerah Maybrat Ferdinandus Taa, serta Ketua DPRK Maybrat Silas Frasawi.
Program MAPAN dirancang sebagai inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal dan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari masyarakat hingga aparatur sipil negara (ASN).
Dalam peluncuran tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan berbagai komoditas pangan lokal, bibit tanaman, kuliner khas daerah, produk pangan lokal serta pasar murah yang menyediakan sejumlah bahan pangan strategis.
Bupati Maybrat Karel Murafer menyambut baik hadirnya Program MAPAN sebagai salah satu upaya pemerintah daerah membangun ketahanan pangan di Kabupaten Maybrat.
Ia mengajak masyarakat dan ASN untuk terlibat aktif dalam program tersebut, termasuk memanfaatkan bibit tanaman yang disiapkan Dinas Ketahanan Pangan untuk dikembangkan di lingkungan masing-masing.
“Dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan sudah menyiapkan bibit. Saya mengajak masyarakat dan ASN untuk mengambil dan memanfaatkannya,” ujar Karel.
Menurutnya, ketahanan pangan harus dibangun secara bersama-sama dengan mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki daerah.
Sementara itu, Sekda Maybrat Ferdinandus Taa menjelaskan bahwa MAPAN merupakan bagian dari proyek perubahan yang dikembangkan melalui program pendidikan kepemimpinan dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat.
Ferdinandus mengatakan dirinya bersama Asisten II Setda Maybrat berperan sebagai mentor dalam proses penyelenggaraan proyek perubahan tersebut.
“Program ini namanya MAPAN, Maybrat Aman Pangan. Ini merupakan bagian dari proyek perubahan untuk mengaktualisasikan program sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, semangat MAPAN harus diwujudkan mulai dari tingkat masyarakat hingga seluruh wilayah Kabupaten Maybrat.
“Mulai dari kampung sampai seluruh wilayah Maybrat, semuanya harus aman pangan,” tegas Ferdinandus.
Ketua DPRK Maybrat Silas Frasawi menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Program MAPAN.
Menurutnya, inovasi tersebut penting untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan komoditas lokal Maybrat.
Peluncuran MAPAN juga dirangkaikan dengan pameran dan penyediaan berbagai produk pangan lokal.
Salah satunya keladi, yang menjadi salah satu komoditas pangan lokal masyarakat Maybrat.
Selain itu, masyarakat dapat melihat berbagai kuliner lokal, produk pangan olahan serta memanfaatkan pasar murah yang menyediakan sejumlah komoditas pangan strategis.
Silas Frasawi berharap MAPAN tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi dapat berkembang menjadi model pembangunan pangan dan pertanian yang terintegrasi di Kabupaten Maybrat.
Program tersebut diharapkan dapat berjalan selaras dengan kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan, termasuk penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Sekolah Sepanjang Hari (SSH).
Dengan mengedepankan potensi pangan lokal dan keterlibatan masyarakat, MAPAN diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan, membuka peluang ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu fondasi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Maybrat. (*)
Tidak ada komentar