Pemprov Papua Barat Daya Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Jun 2026 10:24 19 Redaksi

Sorong Today – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Papua Barat Daya menggelar rapat evaluasi terhadap operasional 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Sorong. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (29/6/2026) sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Rapat evaluasi dihadiri Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Barat Daya, Wakil Regional BGN, Koordinator Wilayah Kota Sorong, Satgas MBG Kota Sorong, para kepala SPPG, serta tenaga ahli gizi.

Ketua Satgas MBG Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengukur perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi berbagai kendala operasional di lapangan, serta menindaklanjuti berbagai masukan dari masyarakat.

Menurutnya, salah satu perhatian utama dalam evaluasi kali ini adalah keluhan sebagian orang tua siswa terkait menu makanan yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar gizi yang diharapkan.

“Evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh SPPG memberikan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kualitas makanan maupun tata kelola operasional,” ujar Ahmad Nausrau.

Berdasarkan data Satgas MBG, saat ini terdapat sekitar 21 SPPG yang telah beroperasi di Papua Barat Daya. Meski demikian, beberapa unit masih berstatus suspensi karena belum memenuhi sejumlah ketentuan operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Program Makan Bergizi Gratis di Papua Barat Daya kini telah menjangkau lebih dari 79.000 siswa sebagai penerima manfaat. Sementara penerima manfaat di wilayah 3B tercatat mencapai lebih dari 50.000 orang.

Dalam rapat tersebut, Satgas juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi penyelenggara SPPG. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan bahan pangan lokal, seperti sayuran, buah-buahan, telur, ayam, dan daging. Kondisi ini membuat sebagian besar kebutuhan bahan baku masih harus didatangkan dari luar daerah sehingga berdampak pada biaya distribusi dan keberlanjutan pasokan.

Selain persoalan logistik, penerapan regulasi terbaru Badan Gizi Nasional terkait kelengkapan data penerima manfaat juga menjadi tantangan tersendiri. Regulasi tersebut mewajibkan setiap penerima manfaat memiliki data lengkap berupa nama, alamat, serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Namun, hingga kini masih terdapat sekolah maupun orang tua siswa yang belum bersedia menyerahkan data tersebut.

Pelaksanaan program MBG di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) juga menjadi perhatian dalam rapat evaluasi. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meminta Badan Gizi Nasional memberikan prioritas pembangunan SPPG di daerah-daerah tersebut agar seluruh siswa memperoleh hak yang sama terhadap layanan makan bergizi.

Di sisi lain, jumlah peserta didik yang relatif sedikit di wilayah 3T dinilai menjadi tantangan bagi investor dalam membangun dan mengoperasikan SPPG karena menyangkut aspek investasi dan keberlanjutan operasional.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat. Berbagai hasil evaluasi akan terus disampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan perbaikan tata kelola program di masa mendatang.

Ahmad Nausrau menegaskan bahwa Satgas tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dilakukan penyelenggara SPPG, terutama yang berkaitan dengan keamanan pangan dan sanitasi.

SPPG yang terbukti berulang kali menyajikan makanan tidak layak konsumsi atau tidak memenuhi standar sanitasi, termasuk ketentuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sistem drainase, akan dikenai sanksi berupa penghentian sementara operasional (suspensi) hingga seluruh persyaratan dipenuhi.

“SPPG yang melakukan kesalahan berulang, seperti menyajikan makanan tidak layak atau tidak memenuhi standar IPAL dan drainase, akan disuspensi,” tegasnya.

Selain itu, Satgas juga menyoroti keberadaan sejumlah investor yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) pembangunan SPPG di wilayah 3T, tetapi hingga kini belum merealisasikan pembangunan.

Menurut Ahmad, keterlambatan tersebut diduga dipengaruhi situasi pasca munculnya kasus hukum yang pernah melibatkan mantan pejabat Badan Gizi Nasional, sehingga berdampak terhadap proses investasi di daerah.

“Kami dari Satgas bertugas melakukan pengawasan dan memastikan proses ini segera berjalan. Usulan sudah kami sampaikan, namun keputusan tetap berada di Badan Gizi Nasional,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot