Sengketa Pers Harus Kedepankan Mekanisme Dewan Pers

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Feb 2026 21:47 63 Redaksi

Sorong Today, Sorong – Anggota Dewan Pers, Erick Tanjung menegaskan bahwa kemitraan antara Dewan Pers dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki landasan hukum yang kuat melalui Nota Kesepahaman Nomor 03/DP/MoU/III/2022 dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor 01/PKS/DP/XI/2022 tentang teknis perlindungan kemerdekaan pers.

Hal tersebut disampaikan Erick saat menjadi narasumber dalam seminar nasional bertajuk Harmonisasi Polri dan Insan Pers di Papua Barat Daya yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Barat Daya di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Jumat (13/2/2025).

Menurut Erick, kedua dokumen tersebut bertujuan menyinergikan peran Dewan Pers dan Polri dalam menjaga kemerdekaan pers sekaligus marwah demokrasi. Kerja sama ini menjadi pedoman bagi kedua lembaga dalam berkoordinasi, memberikan perlindungan kepada insan pers, serta melakukan penegakan hukum secara tepat terhadap penyalahgunaan profesi wartawan.

“Tujuan utama kerja sama ini yakni memastikan perlindungan kemerdekaan pers, mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis, sekaligus menindak wartawan gadungan,” ujar Erick Tanjung.

Erick menjelaskan, terdapat empat pilar utama dalam ruang lingkup kesepakatan tersebut, yakni:

  1. Pertukaran data dan informasi yang relevan antara Dewan Pers dan Polri.
  2. Koordinasi perlindungan kemerdekaan pers dalam setiap penanganan perkara.
  3. Koordinasi penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.
  4. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kedua institusi.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan mekanisme penanganan laporan apabila Polri menerima pengaduan masyarakat terkait pemberitaan atau sengketa pers. Dalam hal ini, Polri wajib berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dewan Pers untuk memverifikasi apakah pihak yang dilaporkan merupakan media atau wartawan yang sah, serta memastikan apakah konten yang dipersoalkan merupakan karya jurnalistik.

“Dewan Pers akan memberikan analisis atau rekomendasi kepada Polri untuk menentukan apakah persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, seperti hak koreksi, hak jawab, atau pengaduan ke Dewan Pers,” paparnya.

Kendati demikian, apabila karya tersebut bukan produk jurnalistik dan ditemukan unsur pidana di luar aktivitas pers misalnya pemerasan atau konten nonpers, maka Polri dapat melanjutkan proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, apabila Dewan Pers menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam penyalahgunaan profesi wartawan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polri. Dalam proses pemeriksaan perkara, Polri juga dapat meminta keterangan ahli pers dari Dewan Pers.

Pada kesempatan itu, Erick turut menekankan pentingnya penguatan SDM melalui sosialisasi dan pelatihan bersama. Kedua lembaga sepakat menggelar pelatihan, seminar, dan lokakarya guna meningkatkan pemahaman penyidik Polri terhadap proses kerja jurnalistik, sekaligus memperkuat pemahaman jurnalis mengenai batasan hukum dan kode etik.

“Tujuannya untuk meminimalisir perselisihan di lapangan dan membangun saling pengertian,” ucapnya.

Sepanjang tahun 2025, Dewan Pers telah menghadirkan sekitar 160 Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan melibatkan ahli pers. Hal ini, lanjut Erick, diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi terkait judicial review Pasal 8 Undang-Undang Pers yang semakin memperkokoh posisi MoU dan PKS antara Dewan Pers dan Polri.

Dewan Pers senantiasa terus mendorong lahirnya wartawan profesional melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan integritas pers nasional. Erick berharap melalui seminar dan sosialisasi ini, terbangun sinkronisasi dan harmonisasi berkelanjutan antara Polri dan insan pers, khususnya di Papua Barat Daya.

“Dengan harmonisasi ini, profesionalisme kedua profesi dapat terus terjaga demi kepentingan publik dan demokrasi,” pungkasnya.

Seminar tersebut turut menghadirkan narasumber yang ahli dan mumpuni dalam bidangnya yakni Dirkrimsus Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Iwan Manurung, Pengurus Pusat JMSI Satria Utama Batubara, Ketua JMSI Papua Barat Daya Zakarias Abner Balubun, serta dimoderatori Pemred Sorongnews.com Olha Irianti Mulalinda. (***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot