Lewat Fashion Show, Generasi Muda Kabupaten Sorong Diajak Jadikan Busana Adat Papua Sebagai Tren Masa Kini

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 04:39 14 Redaksi

Sorong Today, Aimas – Sebanyak 40 peserta dari berbagai jenjang pendidikan menampilkan beragam busana adat Papua dalam festival kebudayaan Fashion Show Busana Adat di Tanah Papua yang digelar di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah ini merupakan hasil kolaborasi antara LSM Teras Kitorang Peduli Papua dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Papua sekaligus memperkenalkan kekayaan busana tradisional kepada generasi muda.

Para peserta yang berasal dari tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi tampil percaya diri memperagakan berbagai jenis busana adat Papua di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Penampilan para model muda tersebut mendapat sambutan hangat. Tepuk tangan meriah dari para tamu undagan mengiringi setiap peserta yang berjalan di atas panggung, menampilkan keindahan dan keunikan busana khas Papua.

Koordinator Festival Baju Adat Papua, Umi Mujaifah Lidawa, mengatakan antusiasme peserta dan masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi.Menurutnya, festival tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Papua melalui pendekatan yang lebih kreatif dan modern.

“Kami ingin anak-anak lebih mengenal dan mencintai busana adat Papua. Bukan hanya digunakan saat acara adat atau budaya, tetapi juga bisa menjadi bagian dari tren fashion masa kini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan globalisasi membuat generasi muda semakin akrab dengan budaya dan gaya berpakaian dari luar daerah maupun luar negeri.

Karena itu, diperlukan berbagai inovasi agar budaya lokal tetap menarik dan relevan bagi kalangan muda.

“Melalui fashion show ini kami ingin menunjukkan bahwa busana adat Papua juga bisa tampil modern, menarik, dan membanggakan. Budaya lokal harus mampu bersaing dan dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Umi mengungkapkan, total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 40 orang. Pada hari pertama sebanyak 33 peserta tampil, sementara sisanya dijadwalkan mengikuti penampilan pada hari kedua.

“Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Kami sengaja melibatkan semua tingkatan agar semakin banyak generasi muda yang mengenal dan bangga terhadap budaya Papua,” jelasnya.

Untuk mempersiapkan penampilan terbaik, para peserta diberikan waktu sekitar satu bulan untuk berlatih dan mempersiapkan busana yang akan dikenakan.

“Mereka sangat antusias. Bahkan ada beberapa peserta yang sudah mendaftar jauh sebelum kegiatan berlangsung. Semangat mereka luar biasa dan menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap budaya daerah,” tambahnya.

Melalui festival ini, penyelenggara berharap busana adat Papua tidak hanya dipandang sebagai simbol budaya semata, tetapi juga dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya yang melibatkan generasi muda sebagai penerus warisan leluhur Papua agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal luas oleh masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot