Sorong Today, Maybrat – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung inovasi Maybrat Aman Pangan (MAPAN) sebagai strategi peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui peran UMKM pangan yang terintegrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (12/8/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, melakukan konsolidasi bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi program MAPAN, khususnya dalam memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra Perum Bulog dalam mengakses beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Melalui RPK, masyarakat diharapkan dapat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Kabupaten Maybrat.
“Saat ini, terdapat lima RPK yang telah tersedia di Kabupaten Maybrat. Ke depan, keberadaan RPK tersebut akan diperluas hingga ke setiap distrik dan kampung agar akses masyarakat terhadap pangan, khususnya beras, semakin mudah,” ujar Korneles Naa.
Pengembangan RPK ini menjadi bagian penting dari strategi MAPAN dalam membangun sistem ketahanan pangan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan semakin banyaknya titik distribusi, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara lebih cepat dan merata.
Selain memperluas jaringan RPK, Korneles Naa menyebutkan bahwa Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat juga mendorong para pelaku usaha dan UMKM pangan yang telah teridentifikasi sebagai penyedia sembako untuk segera melengkapi berbagai persyaratan legalitas dan perizinan yang dibutuhkan untuk menjadi RPK.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku UMKM dapat terlibat secara resmi dalam sistem distribusi pangan sekaligus memperoleh akses terhadap program dan kemitraan dengan Bulog.
Keterlibatan UMKM pangan juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan lokal, mulai dari penyediaan, distribusi hingga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di tingkat distrik dan kampung.
Dengan demikian, program MAPAN tidak hanya berorientasi pada ketersediaan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang dan mengambil peran dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Kepala Bulog Sorong Selatan R. Susanti Ismail menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat tersebut.
Bulog menilai pengembangan RPK hingga ke wilayah distrik dan kampung merupakan terobosan positif karena dapat membantu memperluas jaringan distribusi beras SPHP sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap pangan.
Bulog juga mendukung upaya memperbanyak RPK di Kabupaten Maybrat melalui keterlibatan pelaku usaha dan UMKM pangan yang memenuhi persyaratan.
Kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, UMKM pangan dan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu membangun sistem distribusi pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Melalui inovasi MAPAN, Pemerintah Kabupaten Maybrat terus mendorong agar ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan UMKM, koperasi, Bulog hingga masyarakat di tingkat distrik dan kampung. (*)
Tidak ada komentar