Sorong Today – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, sukses mempresentasikan proyek perubahan inovasi Maybrat Aman Pangan (MAPAN) dalam Seminar Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, Selasa (29/9/2026).
Proyek perubahan bertajuk “Maybrat Aman Pangan: Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Peran UMKM Pangan Terintegrasi KDMP–MBG dan SSH (Sekolah Sepanjang Hari)” tersebut merupakan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Dalam seminar tersebut, Korneles memaparkan seluruh tahapan pelaksanaan MAPAN yang telah dijalankan selama kurang lebih dua bulan di Kabupaten Maybrat, mulai dari konsolidasi pemangku kepentingan, pendataan UMKM pangan, hingga penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia mengatakan, seluruh tahapan proyek perubahan telah diselesaikan dan dipresentasikan di hadapan tim penguji, pembimbing, serta mentor melalui laporan tertulis dan video yang menggambarkan pelaksanaan inovasi di lapangan.
“Dalam seminar kemarin, ada apresiasi dari penguji, pembimbing, dan coach karena tahapan yang ditetapkan telah dilaksanakan dan dirampungkan dengan baik,” ujar Korneles.
Menurutnya, apresiasi juga diberikan atas dukungan berbagai pemangku kepentingan, terutama pimpinan daerah yang dinilai memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan inovasi tersebut.
“Apapun bagusnya sebuah inovasi, kalau tidak didukung oleh pimpinan daerah dalam bentuk kebijakan dan dukungan penyelenggaraan, tidak akan berjalan,” katanya.
Korneles menjelaskan, MAPAN dirancang untuk mengintegrasikan tiga agenda strategis, yakni ketahanan pangan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Sepanjang Hari (SSH).
Integrasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, serta meningkatkan pendapatan keluarga agar mampu memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
Menurutnya, persoalan ketahanan pangan di Maybrat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan ekonomi keluarga dalam mengakses makanan yang cukup, aman, sehat, dan bergizi.
Karena itu, MAPAN mendorong keterlibatan UMKM pangan dari hulu hingga hilir, mulai dari kelompok petani dan produsen, pengepul, pengolah produk, pengelola warung, hingga pelaku usaha yang menyediakan pangan strategis.
Kelompok-kelompok tersebut telah diinventarisasi dan diarahkan untuk mendapatkan pembinaan melalui kolaborasi lintas OPD sesuai bidang masing-masing.
“UMKM pangan ini sudah kita jabarkan menjadi lima kelompok besar. Kita dorong agar seluruh kelompok mendapatkan pembinaan, peningkatan kapasitas, dan dukungan untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Salah satu fokus utama MAPAN adalah memperluas pemanfaatan pangan lokal Maybrat, seperti keladi, singkong, kacang tanah, kacang merah, ikan, dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
Korneles mengatakan, pihaknya mendorong agar pangan lokal dapat menjadi bagian dari penyediaan bahan makanan dalam program MBG, khususnya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sepanjang komoditas tersebut tersedia dan memenuhi kebutuhan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penggunaan pangan lokal dalam kegiatan pemerintahan serta penyediaan menu makanan di warung dan rumah makan.
“Untuk kegiatan pemerintah, kita dorong agar 70 persen menggunakan pangan lokal, sedangkan 30 persen sisanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan menu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan penggunaan pangan lokal juga perlu didukung regulasi yang jelas agar pelaksanaannya dapat berjalan konsisten dan memberikan kepastian bagi petani maupun pelaku UMKM.
Dalam pengembangan akses pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat juga menyiapkan toko pangan sebagai sarana penyediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Korneles menyebutkan, pembangunan toko pangan telah direncanakan pada tahun 2026 di lokasi strategis di Maybrat. Keberadaan toko tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan.
Selain itu, pihaknya berencana mengembangkan layanan pangan keliling menggunakan kendaraan operasional, seperti mobil pikap boks, untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kalau kita sudah memiliki kendaraan operasional, minimal pikap boks, maka pangan murah bisa langsung kita distribusikan ke daerah-daerah, terutama untuk masyarakat di wilayah 3T,” katanya.
Korneles menegaskan, keberlanjutan MAPAN tidak berhenti pada pelaksanaan seminar, melainkan akan dilanjutkan melalui program jangka menengah dan jangka panjang.
Pihaknya telah menyiapkan rancangan regulasi, termasuk rancangan Peraturan Bupati tentang percepatan pelaksanaan MAPAN dan penguatan penggunaan pangan lokal di Kabupaten Maybrat.
Regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaksanaan program lintas OPD, pengembangan UMKM pangan, serta penguatan pemanfaatan komoditas lokal dalam kegiatan pemerintahan dan penyediaan makanan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penyusunan kesepakatan harga pangan lokal agar transaksi antara petani, pelaku UMKM, warung, dan pemerintah memiliki kepastian harga yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Korneles, kepastian harga penting untuk melindungi kepentingan produsen sekaligus memastikan penggunaan anggaran pemerintah sesuai ketentuan.
“Draft regulasi sudah kami siapkan. Selanjutnya, kita dorong agar dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan daerah, disertai dukungan anggaran sehingga inovasi ini benar-benar berjalan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan MAPAN, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat membangun kolaborasi dengan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Dinas Koperasi dan UMKM.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat produksi pangan, meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas pemasaran produk lokal, serta memastikan program ketahanan pangan berjalan secara terintegrasi.
Korneles menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Maybrat, Ketua DPRK Maybrat, para mentor, OPD teknis, serta pihak TNI dan Polri yang telah mendukung pelaksanaan proyek perubahan tersebut.
Ia berharap MAPAN dapat menjadi model inovasi daerah yang berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas akses terhadap pangan yang murah, aman, sehat, dan bergizi di Kabupaten Maybrat. (*)
Tidak ada komentar