Sorong Today — Sebanyak 70 warga Klamono Raya, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, yang didominasi generasi muda antusias mengikuti praktik lapangan dalam Program Sekolah Keterampilan Kawasan, Sabtu (19/9/2026).
Berbeda dengan pelatihan pertanian yang umumnya berlangsung di dalam ruangan, para peserta dalam kegiatan tersebut diajak terjun langsung ke lahan untuk mempraktikkan berbagai tahapan budidaya, mulai dari pengolahan tanah, penanaman benih hingga teknik perawatan tanaman.
Salah satu komoditas yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah jagung ungu Brawijaya, varietas hasil riset dan pemuliaan tanaman oleh Arifin Noor Sugiharto, pakar pemuliaan tanaman dari Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya.
Kehadiran Arifin secara langsung di Kampung Klamono Olie, Distrik Klasavet, menjadi bagian dari pendampingan Tim Ekspedisi Patriot (TEP)-18 Universitas Brawijaya.
Para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai teknik budidaya secara praktis dan aplikatif agar dapat diterapkan pada lahan pertanian maupun pekarangan masing-masing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Kehadiran pemerintah dimaksudkan untuk memantau keterlibatan masyarakat sekaligus mendorong penguatan regenerasi petani di wilayah Klamono Raya.
Kepala Dinas Transmigrasi Provinsi Papua Barat Daya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih Prof. Arifin dan teman-teman TEP serta Kementerian Transmigrasi dan Tim 18 yang telah hadir di tengah-tengah masyarakat. Semoga ini membawa dampak baik,” ujarnya.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat dipraktikkan secara mandiri dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Tentu kami berharap masyarakat Kampung Olie dapat mempraktikkan ilmu ini secara mandiri serta menjaga keberlanjutannya setelah program selesai,” lanjutnya.
Antusiasme generasi muda terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta tidak hanya mempraktikkan cara menanam benih secara langsung, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari komoditas jagung ungu.
Salah satu pemuda Kampung Klamono Olie, Joy, mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
“Terima kasih untuk Prof. Arifin dan Tim 18. Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan ilmu baru yang sangat bermanfaat tentang dunia pertanian,” kata Joy.
Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam keberlanjutan sektor pertanian di Klamono Raya.
Pengetahuan yang diberikan secara langsung di lapangan diharapkan mampu membuka perspektif baru bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki peluang ekonomi.
Melalui Program Sekolah Keterampilan Kawasan, masyarakat didorong untuk mengembangkan keterampilan berbasis potensi lokal dengan pendekatan pembelajaran langsung.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum awal untuk membangun minat generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Dengan dukungan pendampingan, inovasi komoditas, serta keterlibatan aktif pemuda dan masyarakat, potensi pertanian Klamono Raya diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat. (*)
Tidak ada komentar