Sorong Today – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) resmi meluncurkan UNAMIN Disability Center (UDC) melalui kegiatan Grand Launching UNAMIN Disability Center dan Edukasi Kesadaran Disabilitas di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UNAMIN, Senin (14/9/2026).
Kegiatan dibuka Rektor UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., dan dihadiri Ketua BPH UNAMIN Amiruddin Syam, S.H., M.H., perwakilan sekolah, SLB, STIKes, Komunitas Tuli Sorong, Yayasan Bingkai Cerita Rakyat, jajaran pimpinan UNAMIN serta mahasiswa.
Rektor mengatakan, layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas di UNAMIN telah berjalan sejak 2017. Kehadiran UDC kini menjadi wadah resmi untuk memperkuat pelayanan pendidikan yang inklusif dan setara.
“Sebagai perguruan Muhammadiyah, kami memiliki amanah memberikan pelayanan kepada semua, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas,” ujar Muhammad Ali.
Ia juga menyampaikan UNAMIN menyiapkan 200 kuota beasiswa bagi lulusan SLTA dari keluarga kurang mampu secara ekonomi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi di Papua Barat Daya.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si., memaparkan kebijakan kampus inklusif yang mencakup aksesibilitas fisik dan digital, akomodasi akademik, layanan dukungan terpadu, serta budaya dan sikap inklusif.
Sementara itu, Dr. Arni Surwanti, M.Si., dari Center of Gender Disability and Social Inclusion Studies (GENDIS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menekankan bahwa Unit Layanan Disabilitas bukan sekadar tempat memberikan bantuan, tetapi menjadi pusat koordinasi dan pengembangan sistem pendidikan tinggi yang inklusif.
Peluncuran UDC menjadi langkah UNAMIN dalam memperkuat layanan pendidikan yang inklusif, aksesibel dan nondiskriminatif, sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-10 mengenai pengurangan kesenjangan.
Tidak ada komentar