Sorong Today, Maybrat – Sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat menggelar pasar murah di halaman Gereja GKI Jemaat Pison Fategomi, Kabupaten Maybrat, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas permintaan panitia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 GKI Jemaat Pison Fategomi yang akan diperingati pada 10 Juni 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, mengatakan meskipun pada tahun 2026 pihaknya tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pasar murah, namun pemerintah tetap berupaya menjawab kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami memang tidak menyediakan anggaran pasar murah tahun ini. Namun karena ada permintaan dari panitia HUT Jemaat Pison Fategomi, kami berupaya berkolaborasi dengan Bulog dan sejumlah mitra untuk menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujar Korneles.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah memfasilitasi transportasi, sementara komoditas pangan disediakan oleh Bulog dan mitra kerja lainnya.
Berbagai kebutuhan pokok yang dijual antara lain beras SPHP, beras premium, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur ayam lokal, tepung terigu, hingga garam.
Menurut Korneles, seluruh komoditas dijual dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar. Pemerintah memberikan subsidi margin harga sekitar Rp5.000 per item tertentu untuk membantu meringankan beban masyarakat.
“Tujuan kami adalah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok. Karena itu kami menanggung sebagian biaya distribusi dan margin harga agar lebih murah,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pasar murah dibuka. Berbagai komoditas yang disediakan langsung diserbu warga, terutama beras SPHP yang disiapkan sebanyak 1,5 ton serta puluhan karung beras premium.
Korneles mengungkapkan sebagian besar stok yang tersedia telah habis dibeli masyarakat pada hari pertama pelaksanaan.
“Tingginya antusiasme masyarakat membuat kami memutuskan untuk melanjutkan kegiatan pasar murah hingga hari perayaan HUT jemaat. Besok kami akan kembali melayani masyarakat sampai sore hari,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan pasar murah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan mitra terkait mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
“Apapun kondisi yang dihadapi saat ini, masyarakat tetap membutuhkan akses terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Karena itu kami berterima kasih kepada Bulog dan seluruh mitra yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat membantu masyarakat secara langsung,” tutur Korneles. (*)
Tidak ada komentar