AI Masuk Ruang Redaksi, Pemred Kompas.com Dorong Wartawan PB-PBD Kembangkan Jurnalisme Berbasis Teknologi

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Okt 2025 08:32 150 Redaksi

Sorong Today – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bagi 12 wartawan perwakilan Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, dimulai sejak Selasa (7/10/25) hingga Kamis (9/10/2025) mendatang.

Sebelumnya, pada Selasa pagi (7/10/25), kegiatan Capacity Building telah resmi dibuka langsung oleh Kepala Divisi Relasi Media Massa dan Opinion Maker Departemen Komunikasi Bank Indonesia Dedy Irianto, didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat Arif Rahadian.

Dalam rangkaian pelaksanaan Capacity Building ini, turut difokuskan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses kerja jurnalistik, dengan menghadirkan Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Amir Sodikin menekankan pentingnya pemahaman dan pemanfaatan AI secara tepat dalam dunia jurnalisme. Meski AI memiliki potensi besar dalam mempercepat dan mempermudah proses produksi berita, ia turut mengingatkan agar penggunaannya tidak menghilangkan nilai human interest dalam konten jurnalistik.

“Saya berlatar belakang biologi. Tetapi ketika terjun ke dunia jurnalistik, saya harus cepat memahami isu ekonomi makro dan mikro. Di sinilah AI seperti LHF (Language-Handling Framework) bisa membantu kita menguasai materi dengan cepat,” ujar Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin saat memberikan materi kepada 12 wartawan bertempat di Sari Pacific, Jakarta, Selasa siang (7/10/25).

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penggunaan AI seperti ChatGPT bisa memberikan efisiensi tinggi dalam menurunkan biaya produksi, terutama dalam hal penyuntingan dan pengembangan naskah, visual, serta analisis data. Namun, tetap harus terdapat pengawasan editorial agar kualitas dan integritas konten tetap terjaga.

Amir menjelaskan bahwa AI sebaiknya digunakan untuk mengembangkan ide, menyusun storyboard, mengedit naskah, menganalisis data, hingga membuat ilustrasi atau caption dari bahan yang sudah dimiliki oleh wartawan. Namun, AI diakuinya tidak direkomendasikan untuk membuat artikel secara otomatis tanpa masukan data atau riset dari jurnalis.

“Misalnya, jangan hanya minta ChatGPT menjelaskan ‘Apa itu inflasi dan deflasi’ lalu dijadikan artikel tanpa tambahan konteks, narasumber dan data dari lapangan. Ini berisiko menurunkan kualitas dan akurasi berita,” ucapnya.

Selain itu, dijelaskannya bahwa, pembuatan gambar atau video yang merepresentasikan tokoh publik yang dimasukan dalam AI tidak dianjurkan tanpa izin dan kontrol yang ketat, mengingat potensi misinformasi dan pelanggaran etika jurnalistik.

Kompas.com telah melakukan sejumlah eksperimen dengan AI dalam proyek video, script, dan ilustrasi. Namun, redaksi Kompas.com menemukan bahwa AI belum sepenuhnya bisa menggantikan peran manusia dalam aspek-aspek emosional, naratif, dan empatik yang menjadi kekuatan utama jurnalisme berkualitas.

“Kami pernah mencoba membuat video menggunakan AI, hasilnya memang cepat dan efisien. Namun tetap terasa kurang hidup. Itu sebabnya AI hanya kita gunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti,” ungkapnya.

Ditambahkanyya bahwa, dalam penggunaan AI disarankan untuk mengembangkan ide, perencanaan liputan, menganalisis dan menguji naskah/tulisan, merapikan notulensi atau dokumen, menyusun storyboard, caption, dan thumbnail dari bahan sendiri sertaembuat ilustrasi dan video berbasis data atau gambar internal.

“Dalam penggunaan AI tidak direkomendasikan untuk menulis artikel utuh dari AI tanpa riset/pasokan bahan, tidak direkomendasikan untuk membuat visualisasi tokoh publik tanpa izin serta tidak direkomendasikan guna mengandalkan AI untuk topik sensitif seperti investasi dan ekonomi tanpa validasi redaksi,” imbuhnya.

Ia berharap dengan penggunaan AI dalam dunia jurnalistik, dapat menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas wartawan daerah agar mampu bersaing di era digital, tanpa kehilangan esensi dasar jurnalisme yang berbasis fakta, empati, dan integritas.

“Kalau teman-teman punya budget, silakan eksplorasi lebih jauh. Namun kalau terbatas, maksimalkan kemampuan yang ada. Yang penting kita tetap pegang kendali editorial,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot