Sorong Today (Jakarta) – Target Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menanam 2 miliar pohon mendapat apresiasi sekaligus sorotan dari kalangan pegiat lingkungan. Greenpress Indonesia menilai program tersebut perlu diimbangi dengan upaya serius menekan laju kehilangan hutan yang masih terjadi.
Sekretaris Jenderal Greenpress Indonesia, Marwan Aziz, mengatakan publik perlu memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi hutan nasional.
Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan menjaga hutan yang masih tersisa.
“Jika kehilangan hutan mencapai sekitar 3 juta hektare, maka jumlah pohon yang hilang berpotensi mencapai miliaran batang. Pertanyaannya, apakah target penanaman 2 miliar pohon cukup untuk menggantikan kehilangan tersebut?” ujar Marwan, Sabtu (6/6/2026).
Ia menegaskan bahwa hutan primer yang hilang tidak dapat langsung digantikan oleh bibit pohon baru karena memiliki fungsi ekologis yang jauh lebih kompleks. Karena itu, upaya konservasi dan perlindungan hutan harus menjadi prioritas bersamaan dengan program rehabilitasi lahan.
Greenpress Indonesia juga mendorong pemerintah untuk lebih transparan dalam menyampaikan data deforestasi, tingkat keberhasilan rehabilitasi hutan, serta persentase pohon yang mampu bertahan hidup setelah ditanam.
“Publik berhak mengetahui neraca lingkungan Indonesia, mulai dari jumlah pohon yang ditanam, yang tumbuh, hingga yang hilang akibat alih fungsi lahan. Dengan begitu, kondisi hutan Indonesia dapat dinilai secara objektif,” tegas Marwan.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada penanaman pohon baru, tetapi juga pada kemampuan melindungi hutan yang telah ada sebagai benteng utama ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia. (*)
Tidak ada komentar