Sorong Today (Malang) – Muhammadiyah resmi memulai pembangunan pabrik infus melalui PT Suryavena Farma Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem ekonomi dan kesehatan di lingkungan Persyarikatan.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan oleh Haedar Nasyir. Pabrik yang diinisiasi oleh Majelis Ekonomi Bisnis (MEB) dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah tersebut akan dibangun di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang dan pada tahap awal memproduksi cairan infus.
Haedar Nasyir menjelaskan, pembangunan pabrik ini bertujuan membangun sirkulasi ekonomi internal Muhammadiyah dengan memenuhi kebutuhan infus bagi 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) di seluruh Indonesia.
Ia berharap seluruh RSMA dapat menggunakan produk infus PT Suryavena Farma Indonesia sehingga Muhammadiyah semakin mandiri, baik dalam sektor kesehatan maupun ekonomi.
“Dengan pabrik infus ini kita memulai dengan sesuatu yang paling bisa kita lakukan di ekosistem bisnis di rumah sakit,” ujar Haedar.
Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan industri kesehatan Muhammadiyah sekaligus mendukung ketersediaan alat kesehatan dalam negeri.
Tidak ada komentar