Sorong Today, Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi di Jalan Perikanan, Kelurahan Malawei dan Kelurahan Klaligi, Rabu (24/6/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Komandan Kodim 1802/Sorong.
Usai peninjauan lapangan, Wali Kota bersama unsur terkait menggelar rapat koordinasi penanganan bencana di lantai 2 Kantor Navigasi Sorong. Rapat tersebut membahas langkah cepat penanganan darurat bagi warga yang terdampak kebakaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIT dan berdampak pada dua wilayah kelurahan. Di Kelurahan Malawei, tercatat 59 rumah mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sementara di Kelurahan Klaligi, sebanyak 26 rumah turut terdampak.
Secara keseluruhan, sebanyak 105 kepala keluarga (KK) atau sekitar 420 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Satu orang dilaporkan mengalami luka sedang dan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut.
Untuk sementara, para korban mengungsi di Masjid Nurul Bahri, sementara pemerintah daerah telah menetapkan lokasi pengungsian di halaman Lapangan Navigasi. Dinas Sosial bersama BPBD Kota Sorong akan segera mendirikan tenda darurat serta posko bantuan bagi para pengungsi.
Dalam arahannya, Wali Kota Sorong Septinus Lobat menegaskan pentingnya data yang akurat dan terperinci terkait jumlah rumah dan warga terdampak sebagai dasar utama dalam penanganan lanjutan.
Dirinya turut menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk segera bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat, khususnya kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya.
Selain itu, Dinas Sosial, BPBD, serta unsur TNI diminta segera menyiapkan tenda pengungsian yang layak dan aman, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Dinas Kesehatan turut diminta menyiagakan tenaga medis guna memberikan layanan kesehatan bagi para korban, termasuk penanganan gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.
Pemerintah Kota Sorong turut menaruh perhatian pada ketersediaan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Di akhir arahannya, Wali Kota menegaskan pentingnya kerja cepat, terkoordinasi, dan berbasis data agar penanganan bencana dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan menyentuh seluruh warga terdampak. (***)
Tidak ada komentar