Bertemu Wamendagri, Gubernur PBD hingga Bupati Raja Ampat Minta Penyelesaian Sengketa 3 Pulau

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Sep 2025 23:59 130 Redaksi

Sorong Today – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) secara resmi menyampaikan aspirasi masyarakatnya kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait polemik status tiga pulau yakni Pulau Sain, Piyai, dan Kiyas yang saat ini diklaim masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Gedung A Kemendagri, Rabu (24/9/2025), Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu didampingi jajaran pejabat daerah dan tokoh adat meminta agar pemerintah pusat segera mengembalikan ketiga pulau tersebut ke wilayah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.

Rapat yang dipimpin langsung oleh  Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk turut dihadiri oleh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) PBD, Penjabat Sekda PBD, Anggota DPR Papua Barat Daya, Kepala Biro Pemerintahan, Otsus dan Kesra PBD, Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Sekda Raja Ampat, Ketua dan Wakil Ketua DPRK Raja Ampat, serta tokoh-tokoh adat dan lintas suku dari seluruh Papua Barat Daya.

Dalam pernyataannya, Gubernur PBD Elisa Kambu menyampaikan bahwa permintaan ini merupakan suara bulat masyarakat Raja Ampat dan warga Papua Barat Daya. Ketiga pulau tersebut, kata Gubernur, secara historis, adat, dan administratif sejak zaman Belanda hingga beberapa dekade terakhir, telah menjadi bagian dari wilayah Raja Ampat.

“Secara historis, dari onderafdeling Raja Ampat tahun 1952-1955, UU No. 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat, hingga UU No. 45 Tahun 1999 yang membentuk Provinsi Irian Jaya Barat, dan saat ini Papua Barat Daya, ketiga pulau itu jelas masuk wilayah Raja Ampat,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.

Gubernur menyebut bahwa pihanya mengacu pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Papua Barat tahun 2021–2041 yang masih mencantumkan ketiga pulau itu sebagai bagian dari Kabupaten Raja Ampat. Namun, melalui Keputusan Kepala BIG No. 51 Tahun 2021, serta Keputusan Mendagri No. 100.1.1-6117 Tahun 2022 dan No. 300.2.2-2138 Tahun 2025, status administratif ketiga pulau tersebut berubah dan dialihkan ke wilayah Halmahera Tengah, Maluku Utara.

“Ini sungguh menyakiti hati orang Papua. Tanah kami diambil begitu saja tanpa dialog, tanpa persetujuan dari pemerintah Kabupaten Raja Ampat maupun Provinsi Papua Barat Daya,” tegasnya.

Gubernur membeberkan bahwa perubahan tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Permendagri No. 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah. Kedua regulasi tersebut mengamanatkan bahwa setiap perubahan batas wilayah administratif harus melalui proses kesepakatan antara daerah terkait.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wamendagri Ribka Haluk menuturkan bahwa pihaknya akan segera mempelajari seluruh dokumen yang telah diserahkan oleh Gubernur PBD. Iamenyatakan komitmen untuk memfasilitasi pertemuan antara pihak Papua Barat Daya dan Maluku Utara untuk mencari solusi bersama.

“Kami akan mempelajari semua dokumen dan kronologinya secara menyeluruh. Kemendagri akan memfasilitasi pertemuan antara kedua provinsi untuk menyelesaikan sengketa ini secara adil dan bijaksana,” ucap Wamendagri Ribka Haluk.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peta jalan bagi penyelesaian tuntas atas status tiga pulau yang selama ini menjadi sumber ketegangan dan kekecewaan ditengah-tengah masyarakat Papua Barat Daya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot