Sorong Today, Aimas – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Papua Barat Daya menggelar Pelatihan Instruktur Madya (PIM) DPD IMM Papua Barat Daya di Gedung Unimuda Convention Center (UCC), Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Sirojjuddin.
Dalam arahannya, Sirojjuddin menekankan pentingnya peran kader IMM dalam memperkuat dan mengembangkan amal usaha Muhammadiyah, khususnya di Papua Barat Daya.
Ia mengajak kader IMM untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga terlibat langsung dalam pengabdian dan pengembangan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah.
“Jangan kita hanya ramai ketika IMM membuat kegiatan. Amal usaha Muhammadiyah juga membutuhkan perhatian dan pengabdian dari kader-kader IMM,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kader Muhammadiyah sangat dibutuhkan untuk mengisi dan mengembangkan berbagai amal usaha, termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik.
Sirojjuddin juga mengingatkan bahwa IMM memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Muhammadiyah.
Karena itu, kader IMM diharapkan mampu meneruskan semangat pengabdian tersebut melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntoro mengatakan mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki peran penting dalam melakukan kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah.
Ia berharap sikap kritis mahasiswa tidak hanya bersifat tajam, tetapi juga konstruktif, berbasis data, menawarkan solusi dan disertai partisipasi nyata.
“Mahasiswa adalah kaum intelektual yang mempunyai sikap kritis terhadap berbagai program pemerintah. Namun, kritisnya harus konstruktif, berbasis data, memberikan solusi dan tentunya disertai partisipasi,” ujarnya.
Angling menambahkan, Polda Papua Barat Daya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan organisasi kemahasiswaan, termasuk IMM, dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Angling berharap hubungan kemitraan tersebut dapat terus diperkuat sehingga organisasi mahasiswa mampu memberikan kontribusi positif dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat Papua Barat Daya.
Ketua Umum DPD IMM Papua Barat Daya, Samran Palapa Adji, menjelaskan bahwa Pelatihan Instruktur Madya merupakan bagian dari upaya menyiapkan instruktur yang mampu membina dan mengembangkan kader IMM ke depan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut akan disusun dua rancangan penting, yakni desain kaderisasi dan desain gerakan IMM di Papua Barat Daya.
“Kedua draft ini nantinya akan difinalisasi dan menjadi pedoman dalam menentukan bagaimana kader-kader IMM bertumbuh serta standar kader utama yang ingin kita bentuk,” jelasnya.
Samran berharap seluruh kader IMM dapat terkonsolidasi dengan baik dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan organisasi maupun masyarakat di Papua Barat Daya.
Sementara itu, Ketua Panitia PIM DPD IMM Papua Barat Daya, M. Apriandi Frantoni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda perdana pelaksanaan Pelatihan Instruktur Madya di Papua Barat Daya.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama lima hari dan dirangkaikan dengan kegiatan perkaderan khusus serta Immawati Development.
Sebanyak sekitar 30 hingga 50 kader, termasuk mahasiswa Unimuda Sorong, terlibat dalam kegiatan tersebut.
Apriandi menjelaskan, materi pelatihan telah dirancang bersama instruktur nasional dengan fokus pada penyusunan arah perkaderan IMM di Papua Barat Daya.
“Dalam kegiatan ini kami juga akan melaksanakan semacam lokakarya untuk menentukan arah perkaderan IMM di Papua Barat Daya, termasuk fokus gerakan, kepemimpinan dan kepengurusan ke depan,” katanya.
Ia berharap PIM perdana tersebut mampu melahirkan kader-kader IMM yang lebih inklusif, berpengetahuan luas dan memahami berbagai persoalan daerah.
“Harapan kami, kegiatan perdana ini mampu memproduksi kader-kader yang lebih inklusif, lebih berpengetahuan dan lebih memahami problematika di daerah, sehingga solusi yang hadir nantinya benar-benar berasal dari kader IMM Papua Barat Daya,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar