Sorong Today – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi pelayanan publik.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Aplikasi Bidang Pendidikan bagi pegawai di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Kryad, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (2/10/2026), dan diikuti sekitar 40 peserta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan staf dalam mengelola administrasi maupun berbagai program di lingkungan dinas.
“Ini merupakan kegiatan Dinas Pendidikan untuk peningkatan kapasitas staf. Mereka harus memiliki kemampuan dan kapasitas sehingga bisa mengelola administrasi, program, serta semua hal yang ada dengan baik,” kata Adolof.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat aparatur pemerintah harus mampu beradaptasi dengan sistem kerja yang semakin banyak menggunakan aplikasi.
Termasuk dalam pengelolaan administrasi dan kearsipan yang secara bertahap mulai beralih dari sistem konvensional menuju sistem digital.
“Sekarang semua sudah menggunakan aplikasi. Karena itu, kita perlu mengantisipasi dan mempersiapkan pegawai supaya mampu menghadapi perkembangan dunia digitalisasi,” ujarnya.
Adolof menegaskan peningkatan kapasitas pegawai menjadi kebutuhan penting agar pelayanan publik di bidang pendidikan dapat terus mengikuti perkembangan zaman.
“Kita harus melakukan peningkatan kapasitas pegawai di Dinas Pendidikan supaya mampu memberikan pelayanan publik kepada masyarakat dengan menggunakan teknologi digital atau teknologi komunikasi yang saat ini berkembang di seluruh nusantara,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Djon Ayorbaba, mengatakan pelatihan tersebut diikuti sekitar 40 peserta dan dilaksanakan selama dua hari.
Menurutnya, perkembangan era digital menuntut aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Era digital menuntut dan mengharuskan kita untuk memacu diri serta melakukan perubahan dan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan publik, khususnya di Dinas Pendidikan,” kata Djon.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pegawai dalam memanfaatkan aplikasi di bidang pendidikan serta mendukung sistem pelayanan yang lebih efektif.
“Kita berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga pelayanan pendidikan di tingkat provinsi dapat kita dorong menjadi pelayanan pendidikan yang berbasis teknologi,” ujarnya.
Djon menilai transformasi digital juga akan mengubah pola administrasi pemerintahan, termasuk penggunaan dokumen berbasis kertas.
“Ke depan, kertas-kertas mungkin sudah tidak banyak digunakan lagi. Semua akan menggunakan media yang memberikan informasi kepada masyarakat. Itu sebabnya kegiatan ini kita laksanakan selama dua hari,” katanya.
Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, Disdikbud Papua Barat Daya juga menghadirkan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Papua Barat Daya, Hery Widjasena, sebagai salah satu pemateri.
Hery memberikan penguatan materi mengenai kearsipan, khususnya dalam mendukung pengelolaan administrasi yang semakin mengarah pada sistem digital.
Melalui pelatihan tersebut, Disdikbud Papua Barat Daya berharap para pegawai tidak hanya memahami penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. (*)
Tidak ada komentar