Sorong Today, Aimas – Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pelayanan Publik Bagi Para Guru di Kota dan Kabupaten Sorong.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan melalui Pelatihan Pelayanan Publik bagi Tenaga Guru.
Kegiatan yang diikuti 30 guru perwakilan SMP dan SMA dari Kota Sorong dan Kabupaten Sorong tersebut selama dua hari mulai dari Jumat 14 hingga Sabtu 15 Agustus 2026 di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Djon Ayorbaba, yang ditandai dengan penabuhan tifa sebanyak lima kali, Jumat (14/8/2026) sore.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat yang memberikan materi mengenai pelayanan publik, khususnya dalam lingkungan pendidikan.
Djon Ayorbaba menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan salah satu program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kondisi pelayanan publik di sejumlah sekolah masih perlu dioptimalkan, baik dari sisi administrasi maupun kualitas pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat.
“Pelatihan pelayanan publik ini merupakan program dari Kasubbag Humas. Mengingat kondisi pelayanan publik, khususnya di dunia pendidikan dan di sekolah-sekolah kita, belum berjalan optimal,” ucap Djon.
Djon menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 guru dari jenjang SMP dan SMA yang berada di wilayah Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong.
Djon berharap para guru yang mengikuti pelatihan dapat memahami materi yang diberikan dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di sekolah.
“Dengan pelatihan ini kami berharap Bapak dan Ibu Guru dapat menerapkan informasi dan prinsip-prinsip pelayanan publik yang baik. Narasumber yang hadir langsung dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua Barat dan Papua Barat Daya,” jelas Djon.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Charles Isir, mengatakan pelayanan publik merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.
Menurutnya, guru tidak hanya memiliki tugas mengajar, tetapi juga mempunyai tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik, termasuk dalam pembinaan mental, kedisiplinan dan administrasi pendidikan.
“Pelayanan publik ini sangat penting karena kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang tepat di dunia pendidikan. Pelayanan publik mengarah kepada pembinaan mental, pelayanan administrasi serta pelayanan kepada anak-anak sekolah,” jelas Charles.
Charles menambahkan, aspek administrasi dan kedisiplinan peserta didik juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik.
Mulai dari penataan administrasi hingga pembinaan disiplin siswa, kata dia, harus dilakukan secara baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Karena itu merupakan kewajiban guru. Makanya kegiatan ini penting sekali dan kami mengundang para guru untuk mengikuti pelatihan ini dengan baik,” ujarnya.
Charles menjelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat hingga Sabtu.
Dengan menghadirkan narasumber dari Ombudsman RI, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai standar pelayanan publik, tata kelola administrasi dan disiplin dalam memberikan pelayanan pendidikan.
“Harapannya, kegiatan ini ke depan membawa peningkatan nilai pelayanan yang terbaik bagi generasi-generasi kita di Papua Barat Daya, terutama terkait disiplin pelayanan dan tata kelola administrasi yang tepat dan benar dalam pelayanan pendidikan,” pungkasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya berharap kualitas pelayanan di sekolah dapat semakin profesional, transparan dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik serta masyarakat. (*)
Tidak ada komentar