Franky Umpain: Hari Otsus 2025 Harus Menjadi Titik Balik, Bukan Nostalgia Kegagalan

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Nov 2025 21:16 212 Redaksi

Sorong Today, Sorong – Peringatan Hari Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang jatuh setiap 21 November kembali menjadi alarm penting bagi pemerintah pusat hingga daerah. 

Alih-alih seremoni rutin, momentum ini disebut sebagai waktu refleksi nasional atas perjalanan 24 tahun Otsus yang dinilai masih jauh dari tujuan awalnya.

Koordinator Fraksi Otsus DPR Papua Barat Daya, Franky Umpain menegaskan bahwa Otsus belum sepenuhnya menjawab problem mendasar di Tanah Papua. 

“Janji emas itu masih jauh dari terwujud,” ujar Franky Umpain merujuk pada ketimpangan pembangunan dan minimnya keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam proses pengambilan kebijakan.

Sejak diberlakukan pada 2001 hingga 2020, total dana Otsus mencapai Rp126,99 triliun, tetapi tak sedikit yang justru tersendat di meja birokrasi atau hilang akibat korupsi. 

“Sementara OAP tetap terpinggirkan di tanahnya sendiri,” ucapnya.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Manokwari pekan lalu memunculkan harapan baru. Ia menegaskan komitmen untuk mengawal ketat penggunaan dana Otsus agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua.

“Mungkin selama ini masih banyak kekurangan. Ini tugas saya untuk memastikan ke depan bisa lebih efisien,” kata Wapres Gibran saat bertemu tokoh adat dan masyarakat Papua.

Gibran turut menempatkan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua sebagai ‘mesin penggerak’ yang diharapkan mampu memperbaiki tata kelola dan memastikan realisasi program berjalan sesuai target.

Namun, Franky Umpain mengingatkan bahwa tanpa langkah eksekusi yang nyata, pernyataan tersebut berisiko menjadi pengulangan retorika yang sama seperti Otsus jilid pertama.

Tahun 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi enam provinsi di Papua. Pemangkasan anggaran Otsus pada tahap pertama memaksa pemerintah daerah menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lebih agresif menarik investasi swasta.

Ketua Komite Otsus Papua, Velix Vernando Wanggai menyebut situasi ini sebagai ‘tantangan sekaligus peluang’ untuk membangun efisiensi baru. Namun realisasinya tidak mudah, mengingat beberapa daerah masih menghadapi keterlambatan pencairan dana seperti Papua Barat hingga pertengahan 2025.

Selain itu, kasus-kasus korupsi kepala daerah semakin memperburuk ketidakpercayaan publik.

Di balik pembangunan fisik, persoalan mendasar di Papua masih berlangsung. Marginalisasi politik, pelanggaran HAM dan ketidakadilan ekonomi menjadi tiga persoalan utama yang menggerogoti legitimasi Otsus.

Data terbaru menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di beberapa provinsi Papua masih menjadi yang terendah di Indonesia yakni  Papua Pegunungan 53,4, Papua Tengah 59,8 serta Papua Barat 67.

Studi BRIN/LIPI menegaskan bahwa inkonsistensi implementasi kebijakan serta minimnya representasi suara OAP memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap Otsus.

Pemerintah Prabowo–Gibran kini berada pada titik strategis dengan pembentukan Badan Pengelolaan Percepatan Pembangunan Otsus Papua (BP3OKP). Lembaga ini diharapkan mampu mendorong partisipasi lintas kelompok mulai dari pemuda, tokoh adat, hingga elite politik.

Namun Franky Umpain menekankan bahwa esensinya bukan sekadar pada struktur kelembagaan, melainkan pada transparansi audit, dialog kebudayaan dan keterlibatan penuh OAP dalam proses pengambilan keputusan.

“Pendidikan antikorupsi bagi generasi muda Papua harus menjadi investasi jangka panjang. Kita tidak boleh terjebak dalam euforia Otsus,” tuturnya.

Meski jalan panjang masih terbentang, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya itu berharap peringatan Hari Otsus tahun ini menjadi momentum perbaikan menyeluruh. 

“Hari Otsus 2025 Harus Menjadi Titik Balik, Bukan Nostalgia Kegagalan. Negara harus hadir bukan melalui dana semata, tetapi melalui keadilan yang dirasakan hati nurani orang Papua,” tegasnya.

Jika tidak, Otsus bukan hanya gagal, tetapi berisiko menjadi simbol disintegrasi.

“Papua bukan beban, melainkan aset bangsa,” imbuhnya sembari mengakui bahwa orang Papua berhak atas masa depan yang adil. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot