Sorong Today, Maybrat – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, menggelar sosialisasi Penguatan Tim Teknis Dukungan Stakeholder Internal dan Eksternal Implementasi Proyek Perubahan MAPAN (Maybrat Aman Pangan) di Kabupaten Maybrat, Selasa (21/7/2026).
Memasuki hari Ke-2 Pelaksanaan sosialisasi Proyek Perubahan MAPAN yang digagas oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat Korneles Naa mendapatkan dukungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Maybrat dan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disperindagnakertrans) Kabupaten Maybrat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Maybrat, Agustina Sesa menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan proyek perubahan yang mengusung strategi peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui pemberdayaan UMKM pangan yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Sepanjang Hari (SSH).
“Kami mendukung sepenuhnya proyek perubahan yang digagas Bapak Korneles Naa tentang strategi peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui peran UMKM pangan yang terintegrasi dengan KDMP, MBG, dan SSH di Kabupaten Maybrat,” ujar Agustina.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat kampung melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.
Ia berharap Proyek MAPAN dapat menjadi inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan.
“Semoga proyek perubahan ini menjadi salah satu program unggulan Kabupaten Maybrat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” katanya.
Agustina menegaskan, DPMPK siap berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong setiap kampung mengusulkan program-program yang mendukung pengembangan pangan lokal.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan melibatkan 259 kampung di Kabupaten Maybrat sebagai ujung tombak pembangunan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“Kami akan bersinergi dengan pemerintah kampung agar program-program yang berkaitan dengan ketahanan pangan lokal dapat diusulkan dan dilaksanakan di seluruh 259 kampung di Kabupaten Maybrat,” jelasnya.
Ia optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor, Proyek MAPAN akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Agustina juga menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Korneles Naa atas inovasi yang dihadirkan melalui Proyek Perubahan MAPAN.
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maybrat, Semuel Bless, turut menyatakan dukungannya terhadap implementasi Proyek MAPAN.
Menurutnya, peran sektor perdagangan sangat penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan ketersediaan pangan, sehingga kolaborasi antarperangkat daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Kami dari Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi mendukung penuh Proyek Perubahan MAPAN yang digagas Bapak Korneles Naa. Kami siap bersinergi dan memberikan dukungan, khususnya pada sektor hilir, agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Semuel.
Ia menegaskan, dukungan Disperindagnakertrans akan difokuskan pada penguatan rantai distribusi dan pemasaran hasil pangan masyarakat sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Maybrat.
Melalui dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah, Proyek Perubahan MAPAN (Maybrat Aman Pangan) diharapkan mampu membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal di Kabupaten Maybrat. (*)
Tidak ada komentar