Sorong Today, Teminabuan – Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai menggelar pertemuan bersama perwakilan tokoh masyarakat adat Suku Tehit di Sekretariat DAP Wilayah III Doberai, Kampung Sayolo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Sabtu (15/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara DAP Wilayah III Doberai dan tokoh masyarakat adat Suku Tehit untuk membahas sejumlah persoalan penting yang berkaitan dengan keamanan, keberlangsungan kelembagaan adat, serta kondisi sosial masyarakat.
Ketua DAP Wilayah III Doberai, George Ronald Konjol, mengatakan terdapat tiga agenda utama yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Agenda pertama berkaitan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat sepakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam menjaga situasi keamanan di wilayah adat Suku Tehit.
Menurut George, keterlibatan masyarakat adat sangat penting agar momentum peringatan kemerdekaan dapat berlangsung dalam suasana aman, damai dan penuh kebersamaan.
Para tokoh adat juga diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Agenda kedua yang dibahas adalah persiapan Musyawarah Besar (Mubes) Suku Tehit.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kesepahaman dan menyusun berbagai persiapan guna menyukseskan pelaksanaan Mubes.
“Mubes Suku Tehit diharapkan menjadi forum penting bagi masyarakat adat dalam membahas berbagai persoalan sekaligus menentukan arah kebijakan dan keputusan adat secara bersama-sama,” ujar Ronald Konjol.
Para tokoh yang hadir turut membahas langkah-langkah awal yang diperlukan agar pelaksanaan Mubes dapat berjalan dengan baik dan mengakomodasi aspirasi masyarakat adat.
Agenda ketiga menyangkut berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat di wilayah adat Suku Tehit.
Para tokoh adat melakukan pembahasan untuk mencari solusi bersama terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dengan tetap mengedepankan nilai-nilai adat, budaya dan kearifan lokal.
Pendekatan berbasis adat dinilai penting karena masyarakat adat memiliki mekanisme tersendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan menjaga keharmonisan kehidupan bersama.
Melalui pertemuan tersebut, DAP Wilayah III Doberai berharap sinergi dengan masyarakat adat Suku Tehit semakin kuat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat adat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Doberai.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian, menyelesaikan persoalan sosial secara bermartabat, serta mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya di tengah perkembangan zaman. (*)
Tidak ada komentar