Sorong Today – DPC Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Sorong bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Sorong menggelar Pendidikan Wawasan Kebangsaan Nusantara di SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, Distrik Aimas, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan bertema “Sekolah sebagai Ruang Persatuan, Pembangunan, Toleransi dan Kebangsaan Generasi Muda Papua” itu diikuti sekitar 250 pelajar. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan 250 paket alat tulis kepada para siswa.
Ketua DPC BMP RI Kabupaten Sorong, Imanuel Mobalen, mengapresiasi pihak sekolah yang telah memberikan ruang bagi pelaksanaan pendidikan wawasan kebangsaan tersebut.
Menurut Mobalen, Wawasan Nusantara bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan cara pandang untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
“Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, bahasa dan daerah. Namun, seluruh perbedaan tersebut tetap berada dalam satu bangsa dan satu tanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan, generasi muda Papua, khususnya di Papua Barat Daya dan Kabupaten Sorong, memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan berperan dalam pembangunan.
“Generasi muda Papua memiliki kesempatan dan tanggung jawab yang sama untuk berperan aktif menjaga persatuan dan ikut membangun bangsa,” kata Mobalen.
Kepala SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, Anetha Ludia Swabra, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai wawasan kebangsaan penting untuk memperluas pemahaman pelajar tentang keberagaman, persatuan, dan keutuhan NKRI.
Anetha juga mengingatkan siswa agar menyelesaikan perbedaan pendapat maupun gesekan di lingkungan sekolah melalui komunikasi dan musyawarah, bukan kekerasan.
“Lingkungan sekolah yang aman, tertib dan kondusif sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Guru Bimbingan dan Konseling SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, Saloma Sitempa, S.Pd., membawakan tema “Pelajar Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Membangun Karakter, Prestasi, dan Persatuan untuk Indonesia yang Lebih Baik.”
Saloma mengajak pelajar membangun karakter, integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis.
Siswa juga didorong mengembangkan potensi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, kewirausahaan, dan organisasi.
Ia turut mengingatkan pentingnya menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak, antara lain untuk belajar, berkarya, dan berinovasi. Pelajar diimbau tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun melakukan perundungan.
Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi perhatian, termasuk menghargai sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan memperjuangkan keadilan.
Ketua KOHATI HMI Cabang Sorong, Dian Andini Fatubun, menyampaikan materi “Peran Perempuan dalam Organisasi dan Kesetaraan Gender.”
Dian menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam organisasi, baik sebagai anggota, pemimpin, pengambil keputusan, maupun agen perubahan.
Keterlibatan perempuan, menurutnya, dapat memperluas perspektif dan mendorong organisasi yang lebih inklusif.
Ia menekankan bahwa kesetaraan gender berarti adanya kesempatan, hak, tanggung jawab, dan akses yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang serta berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.
Dian juga mengajak generasi muda memahami dan mencegah diskriminasi, pelecehan, serta kekerasan terhadap perempuan.
“Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus menjadi subjek dan agen perubahan dalam pembangunan masyarakat,” tegasnya.
Materi berikutnya disampaikan Wakil Sekretaris DPC BMP RI Kabupaten Sorong, Adi Syaputra Tueka, dengan tema “Dari Daerah untuk Indonesia: Memperkuat Persatuan, Menjaga NKRI.”
Adi mengingatkan bahwa kemajuan Indonesia tidak terlepas dari kontribusi setiap daerah.
Ia mendorong pelajar mengenali dan mengembangkan potensi lokal, seperti budaya, pendidikan, pertanian, perikanan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Dalam menghadapi arus informasi digital, pelajar juga diimbau memeriksa kebenaran informasi dan tidak mudah terprovokasi.
Media sosial, kata Adi, dapat dimanfaatkan untuk edukasi serta promosi potensi daerah.
“Generasi muda harus mampu memeriksa kebenaran informasi, tidak mudah terprovokasi dan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif,” jelasnya.
Adi menambahkan, menjaga persatuan dan keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Di akhir kegiatan, BMP RI Kabupaten Sorong bersama KOHATI HMI Cabang Sorong menyerahkan 250 paket alat tulis kepada siswa SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus dukungan bagi kegiatan belajar siswa.Melalui kegiatan ini, kedua organisasi berharap sekolah menjadi ruang yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, toleransi, kepedulian sosial, dan semangat generasi muda Papua untuk berkontribusi bagi daerah serta Indonesia. (*)
Tidak ada komentar