Konferda I PIKI Papua Barat Daya, Sellvyana Sangkek Nahkodai Organisasi

waktu baca 4 menit
Jumat, 30 Jan 2026 08:32 89 Redaksi

Sorong Today, Sorong – Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Papua Barat Daya resmi memiliki ketua definitif. 

Sellvyana Sangkek terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PIKI Papua Barat Daya dalam pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) I PIKI Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sorong, Jumat (30/1/2026).

Usai terpilih, Sellvyana Sangkek menjelaskan bahwa Konferda ini merupakan momentum penting bagi kebangkitan dan konsolidasi PIKI di provinsi baru tersebut. 

Ia menegaskan bahwa PIKI merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kristen yang telah berdiri sejak 19 Desember 1964 di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan kini telah berusia 62 tahun.

“PIKI telah berkembang hampir di seluruh Indonesia, di 33 provinsi. Masih ada lima provinsi yang belum terkonsolidasi. Di Tanah Papua sendiri, baru dua provinsi yang lebih dulu dikonsolidasikan, dan Papua Barat Daya menjadi provinsi ketiga yang melaksanakan konsolidasi serta Konferda hari ini,” ujar Sellvyana Sangkek.

Dirinya mengungkapkan bahwa secara historis, PIKI sebenarnya telah ada di tingkat kabupaten/kota di wilayah Sorong Raya. Namun, karena Papua Barat Daya merupakan daerah otonom baru, struktur kepengurusan tingkat provinsi sempat mengalami kevakuman selama beberapa tahun.

“Sudah dua kali ada mandat, tetapi sampai tahun ketiga belum bisa dijalankan secara optimal. Organisasi sempat vakum, komunikasi juga belum berjalan maksimal. Namun ketika kami dihubungi, kami merespons dan langsung mendapat atensi dari DPP agar Konferda segera dilaksanakan,” jelasnya.

Menurut Sellvyana, pelaksanaan Konferda ini juga bersifat strategis dan mendesak, mengingat adanya batas waktu yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI.

“Deadline yang diberikan adalah 31 Januari. Jika melewati batas itu, maka secara normatif kami tidak memiliki hak sebagai peserta dalam Kongres Nasional PIKI yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang. Karena itu, Konferda hari ini sangat penting dan tidak bisa ditunda,” terangnya.

Lebih lanjut, Sellvyana menekankan bahwa setelah Konferda, langkah utama PIKI Papua Barat Daya yakni segera melakukan konsolidasi organisasi agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan elemen masyarakat di daerah.

“PIKI menjadi salah satu ormas Kristen terbesar di Indonesia. Bersama ormas Kristen lainnya seperti GMKI dan pilar-pilar organisasi Kristen yang ada, PIKI memiliki potensi besar sebagai agen pembaruan dan penggerak pembangunan,” ucapnya.

Ia menyebut, sejarah bangsa Indonesia menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat sipil dan organisasi kemasyarakatan memiliki kontribusi besar dalam membangun negara, baik dari aspek sosial, politik, maupun kebangsaan.

Sebagai ketua terpilih, Sellvyana menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, serta pemerintah daerah.

“Kami ingin membangun harmoni, solidaritas sosial, dan kontribusi nyata dari iman Kristiani melalui para intelektual dan cendekiawan Kristen yang berhimpun dalam PIKI,” paparnya.

Terkait program prioritas, Sellvyana menegaskan bahwa PIKI memiliki tiga pilar utama, dengan pendidikan sebagai fokus utama.

“Karena PIKI menghimpun para intelektual dan cendekiawan Kristen, maka pilar pendidikan menjadi sangat penting. Kami akan membangun kerja sama dengan seluruh perguruan tinggi Kristen yang ada di Papua Barat Daya,” tuturnya.

Program-program yang direncanakan meliputi seminar, lokakarya, diskusi publik, serta kajian-kajian sosial yang berorientasi pada pengurangan kesenjangan sosial, ekonomi, dan politik di tengah masyarakat.

“Kesenjangan hari ini sangat terasa. Oleh karena itu, PIKI ingin hadir dengan kajian-kajian berbasis solusi sosial,” imbuhnya.

Sellvyana memastikan bahwa pembentukan kepengurusan PIKI di tingkat kabupaten dan kota menjadi prioritas utama dalam waktu dekat.

“Itu menjadi prioritas kerja badan formatur. Kami akan langsung membentuk kepengurusan kabupaten/kota dan menunjuk ketua-ketuanya,” katanya.

Rencananya, pelantikan pengurus PIKI Papua Barat Daya akan dilaksanakan pada minggu kedua Februari 2026, dan akan dilakukan langsung oleh DPP PIKI. Pelantikan tersebut akan dilakukan secara serentak, mulai dari pengurus provinsi hingga ketua cabang kabupaten/kota.

“Informasi dari Ibu Ketua Umum, pelantikan direncanakan minggu kedua Februari. Saat itu seluruh ketua cabang akan dilantik sekaligus,” bebernya.

Dirinya menambahkan, Ketua Umum PIKI sebenarnya berencana hadir langsung dalam Konferda, namun karena agenda mendadak dan kewajiban sebagai anggota DPD RI di daerah pemilihan, kehadiran tersebut harus ditunda hingga pelantikan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot