Sorong Today – Kampung Persiapan Klawosom, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memiliki fasilitas baru untuk mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan.
Rumah Persemaian Tangguh Iklim “Bina Brawijaya” resmi diresmikan pada Sabtu (19/9/2026) sebagai bagian dari pendampingan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun.
Fasilitas tersebut merupakan inisiasi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 4 melalui kolaborasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya.
TEP 4 mengusung tema “Penguatan dan Pendampingan Sistem Agroforestri Intensif Kelompok Tani untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun”.
Rumah persemaian menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung program tersebut, khususnya melalui penyediaan bibit tanaman lokal unggul sekaligus penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Peresmian dihadiri sekitar 45 peserta, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Barat Daya Suroso, Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans ESDM Papua Barat Daya Ronald Yunus Noya, penelaah teknis dan kebijakan bidang transmigrasi Kabupaten Sorong, Kepala Distrik Klamono Oktofianus Kolin, Tim Ekspedisi Patriot serta masyarakat dan kelompok tani Kampung Persiapan Klawosom.
Rumah Persemaian Tangguh Iklim “Bina Brawijaya” dirancang sebagai tempat penyimpanan dan pembibitan tanaman lokal unggul yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bibit secara lebih mandiri.
Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi titik awal pengembangan Sistem Agroforestri Intensif di Klawosom.
Dalam konsep agroforestri, tanaman pertanian dapat dikembangkan secara terpadu dengan tanaman berkayu maupun tanaman lainnya pada satu kawasan lahan.
Pendekatan ini dapat membantu masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menjaga keberagaman tanaman dan fungsi lingkungan.
Kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengembangan tersebut. Melalui Focus Group Discussion (FGD), kelompok tani Kuk Mala Fai Tunas Muda, Olom Fagu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinagi menyampaikan kondisi, kebutuhan serta harapan mereka terkait pengembangan pertanian dan pengelolaan lahan.
Dialog tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah pengembangan agroforestri berdasarkan pengalaman dan kebutuhan yang mereka hadapi di lapangan.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot 4, Syamsul Arifin, mengatakan rumah persemaian merupakan bagian awal dari upaya membangun sistem agroforestri yang dapat dikembangkan bersama masyarakat.
Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembibitan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola sumber daya lahan.
“Rumah persemaian ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar masyarakat dalam mengembangkan bibit dan mendukung sistem agroforestri yang dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Kepala Disnakertrans ESDM Provinsi Papua Barat Daya Suroso didampingi jajaran Pemerintahan Distrik Klamono dan Ketua TEP 4.
Penyematan istilah “Tangguh Iklim” pada rumah persemaian tersebut juga mencerminkan arah pengembangan pertanian yang ingin dibangun.
Penyediaan bibit dan pengembangan agroforestri diharapkan dapat membantu masyarakat membangun sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan dan perubahan lingkungan, sekaligus menjaga keberagaman tanaman dan fungsi lahan dalam jangka panjang.
Antusiasme masyarakat sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya dipandang sebagai bangunan baru, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar dan mencoba.
Bagi masyarakat Kampung Persiapan Klawosom, rumah persemaian ini diharapkan dapat menjadi tempat untuk membangun kemandirian dalam penyediaan bibit sekaligus mengembangkan lahan secara lebih produktif dan lestari.
Dengan keterlibatan kelompok tani, dukungan pemerintah dan pendampingan Tim Ekspedisi Patriot, Rumah Persemaian Tangguh Iklim “Bina Brawijaya” diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan meskipun rangkaian ekspedisi nantinya berakhir.
Rumah persemaian tersebut kini menjadi bagian baru dari perjalanan Kampung Persiapan Klawosom, bukan hanya untuk menumbuhkan bibit tanaman, tetapi juga pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat dalam mengelola lahan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. (*)
Tidak ada komentar