Ciptakan Perlindungan Konsumen, Komite III DPD RI Dorong Pembentukan BPSK di Papua Barat Daya

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Nov 2025 04:09 98 Redaksi

Sorong Today, Sorong – Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai wujud nyata pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma menegaskan bahwa kehadiran BPSK di Papua Barat Daya merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin hak-hak konsumen di daerah. 

Hal itu disampaikan Filep saat wawancara usai Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Pemerintah Kota Sorong, Selasa (11/11/2025).

“Pemprov harus segera membentuk BPSK sebagai amanat UU Perlindungan Konsumen. Kehadiran lembaga ini menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan perlindungan konsumen,” ujar Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma.

Menurutnya, prinsip konsumen adalah raja seharusnya tercermin dalam kebijakan dan pelayanan publik. Namun, dalam praktiknya, kepuasan konsumen seringkali menjadi prioritas terakhir.

“Padahal kepuasan konsumen berbanding lurus dengan perlindungan konsumen. Tantangan besar kita masih sama yakni ketimpangan posisi konsumen-pelaku usaha, lemahnya penegakan hukum, dan belum tumbuhnya budaya konsumen berdaya,” ucap senator asal Papua Barat Daya itu.

Sebanyak 26 anggota Komite III DPD RI, yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, dan para anggota perwakilan provinsi, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat Daya. 

Agenda ini bertujuan mengawasi pelaksanaan UU Perlindungan Konsumen sekaligus menyerap aspirasi dan pandangan masyarakat terkait praktik perlindungan konsumen di daerah tersebut.

Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, dalam rapat kerja itu menyampaikan bahwa dinamika perdagangan di Sorong kini berkembang pesat seiring maraknya transaksi digital.

“Dulu masyarakat mengandalkan pasar tradisional. Sekarang, dengan sekali klik, produk dari mana saja bisa dibeli. Ini menimbulkan tantangan baru bagi pembinaan pelaku usaha dan pemberdayaan konsumen,” kata Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim.

Ia menegaskan bahwa pembentukan BPSK di Papua Barat Daya merupakan kebutuhan mendesak dan akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan dan Perindustrian untuk mempercepat realisasinya.

Selain rapat kerja, Komite III DPD RI turut melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malaimsimsa Kota Sorong untuk meninjau pelaksanaan produksi dan distribusi Makanan Bergizi (MBG).

Senator asal Papua Barat Daya, H. Hartono menegaskan bahwa isu perlindungan konsumen sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan program MBG.

“Anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui adalah konsumen yang berhak atas jaminan keamanan, mutu, dan informasi produk pangan. Pemerintah daerah harus mengantisipasi potensi keracunan yang bisa menghambat program ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap 11 dapur SPPG yang melayani MBG untuk anak sekolah, posyandu, dan ibu hamil.

“Sebanyak 75% penjamah pangan sudah mengikuti pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji, berjumlah 285 orang. Namun, kendala utama kami adalah belum tersedianya laboratorium kesehatan masyarakat di Papua Barat Daya, sehingga sampel makanan masih harus diuji ke Makassar,” jelas Jemima.

Ia berharap Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dapat segera dibangun di Papua Barat Daya untuk memperkuat pengawasan mutu pangan di daerah.

Senada dengan itu, Kepala Loka POM Sorong, Rizki Okprastowo, juga menyampaikan harapan agar status Loka POM di Sorong segera ditingkatkan menjadi Balai POM.

“Papua Barat Daya adalah provinsi baru yang belum memiliki Balai POM. Peningkatan status ini penting untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan, serta meningkatkan kapasitas sumber daya dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Menutup kegiatan kunjungan kerja, Wakil Ketua Komite III DPD RI, Erni Daryanti (senator NTB) dan H. Dailami Firdaus (senator DKI Jakarta) menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota Sorong atas keterbukaannya menyampaikan aspirasi.

“Semua masukan dari Papua Barat Daya akan kami bawa dalam rapat kerja bersama Kementerian Kesehatan, BPOM, BGN, dan pihak terkait lainnya,” ujar Erni.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen DPD RI dalam memperkuat perlindungan konsumen, memastikan keamanan pangan, dan memperjuangkan pelayanan publik yang lebih baik di wilayah Papua Barat Daya, sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif. (***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot