IRI Indonesia Papua Barat Daya Resmi Diluncurkan, Fokus Selamatkan Hutan Tropis

waktu baca 4 menit
Selasa, 28 Jul 2026 05:48 5 Redaksi

Sorong Today – Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Chapter Papua Barat Daya resmi diluncurkan di Gedung Pascasarjana Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Kabupaten Sorong, Selasa (28/7/2026). 

Peluncuran tersebut menjadi tonggak awal pembentukan forum kolaborasi lintas agama pertama di Papua dan pertama dari 12 chapter IRI Indonesia yang ditargetkan terbentuk hingga tahun 2029.

Peluncuran Chapter IRI Indonesia Papua Barat Daya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi keagamaan, masyarakat adat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, media hingga mitra pembangunan. 

Seluruh pihak diharapkan bersinergi dalam memperkuat perlindungan hutan tropis, memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, mewujudkan keadilan ekologis, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya.

Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia merupakan platform kolaborasi lintas iman yang dibentuk untuk memperkuat perlindungan hutan tropis melalui pendekatan moral lintas agama, ilmu pengetahuan, dan advokasi kebijakan. 

Selain itu, IRI juga mendorong keterlibatan aktif tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Fasilitator Nasional IRI Indonesia, Hening Parlan, mengatakan peluncuran Chapter Papua Barat Daya menjadi langkah strategis dalam memperluas gerakan perlindungan hutan tropis di Indonesia.

“Hari ini adalah peluncuran chapter atau cabang IRI yang ada di Papua Barat Daya. Ini merupakan peluncuran pertama dari 12 chapter IRI Indonesia yang kami rencanakan terbentuk hingga tahun 2029. Mungkin nanti bisa bertambah, tetapi kami optimistis tidak akan berkurang,” ujar Fasilitator Nasional IRI Indonesia, Hening Parlan.

Menurut Hening, Papua Barat Daya menjadi chapter pertama yang diluncurkan di Indonesia sekaligus menjadi bagian dari upaya global negara-negara yang memiliki hutan hujan tropis untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan, pada tahun 2023 IRI pernah menggelar kegiatan serupa di Jayapura. Namun saat itu masih bersifat seremonial dan belum menghasilkan langkah-langkah aksi nyata.

“Setelah peluncuran chapter ini, kami berharap akan lahir aksi-aksi konkret. Papua Barat Daya menjadi ruang pertemuan bagi tokoh lintas agama, masyarakat adat, akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil hingga dunia usaha untuk bersama-sama melindungi hutan tropis yang ada di wilayah ini,” tuturnya.

Hening mengungkapkan, berdasarkan data yang diperoleh, Papua secara keseluruhan mengalami penurunan tutupan hutan tropis yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Papua masih memiliki salah satu kawasan hutan hujan tropis terbaik yang tersisa di dunia.

“Kita berharap perlindungan terhadap hutan menjadi gerakan bersama. Selama ini banyak kelompok yang sudah aktif menjaga lingkungan, tetapi kelompok agama masih jarang dilibatkan, padahal mereka memiliki basis umat yang sangat besar dan kuat,” ucapnya.

Menurutnya, keterlibatan lembaga keagamaan menjadi pendekatan yang unik sekaligus sangat kuat dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Gereja memiliki jemaat, Islam memiliki umat, begitu pula Katolik, Hindu, Buddha dan lainnya. Karena itu kami ingin nilai-nilai agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kampanye, edukasi maupun aksi nyata masyarakat dalam menjaga hutan tropis,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, IRI Indonesia telah menyusun berbagai buku panduan kampanye lingkungan berdasarkan perspektif agama. Saat ini telah tersedia panduan untuk agama Kristen Protestan, Katolik dan Islam, sementara panduan bagi umat Hindu, Buddha serta Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) masih dalam proses penyusunan.

Selain melibatkan enam agama yang diakui pemerintah, IRI Indonesia juga memberikan ruang bagi komunitas masyarakat adat dan para penganut kepercayaan lokal.

“Kami bukan hanya lintas agama, tetapi lintas iman. Saudara-saudara kita yang menganut kepercayaan adat juga menjadi bagian dari gerakan ini,” jelasnya.

Hening menyebut, Papua menjadi salah satu wilayah prioritas IRI Indonesia karena memiliki kekayaan hutan tropis yang sangat penting bagi Indonesia maupun dunia.

“Kami bekerja di enam provinsi di Tanah Papua. Papua menjadi perhatian karena ketika berbicara mengenai hutan tropis Indonesia dan dunia, Papua merupakan salah satu kawasan hutan tropis terbaik yang masih tersisa. Karena itu kita harus benar-benar melindunginya,” tegasnya.

Dirinya berharap pemerintah daerah memberikan komitmen yang kuat terhadap upaya perlindungan hutan tropis. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi faktor penting dalam mendukung berbagai program yang akan dijalankan Chapter IRI Indonesia Papua Barat Daya.

Meski Wakil Gubernur Papua Barat Daya berhalangan hadir pada peluncuran tersebut, Hening menyebut dukungan pemerintah tetap akan disampaikan melalui pesan video sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan perlindungan hutan tropis di daerah.

Dengan terbentuknya Chapter IRI Indonesia Papua Barat Daya, diharapkan kolaborasi lintas agama, masyarakat adat, pemerintah, akademisi dan berbagai pihak lainnya dapat memperkuat upaya menjaga kelestarian hutan tropis Papua sebagai salah satu paru-paru dunia sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot