Sorong Today, Maybrat – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, terus menggencarkan sosialisasi Proyek Perubahan Maybrat Aman Pangan (MAPAN) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Memasuki hari keempat pelaksanaan sosialisasi, Jumat (24/7/2026), kegiatan dipusatkan di Distrik Mare Selatan sekaligus dilakukan pembentukan kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pangan yang akan menjadi motor penggerak pengembangan pangan lokal.
Distrik Mare Selatan membawahi sembilan kampung, yakni Kampung Sire, Sire Timur, Renis, Kurado, Sidi, Fase, Seni, Sabes, serta satu kampung lainnya yang berada dalam wilayah administrasi distrik tersebut.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat, kepala kampung, dan Kepala Distrik Mare Selatan. Mereka menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi Proyek MAPAN dengan membentuk berbagai kelompok usaha pangan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing kampung.
Kelompok-kelompok usaha yang dibentuk meliputi sektor produksi pangan (hulu), kios pangan, pengolahan hasil pangan lokal, hingga usaha distribusi yang diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan di tingkat kampung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, mengatakan pembentukan UMKM pangan merupakan langkah awal untuk membangun sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu memulai usaha, tetapi harus membangun komitmen bersama agar setiap kelompok dapat berkembang secara bertahap sesuai kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
“Kita mulai dari yang sederhana. Bentuk kelompok usaha sesuai minat, baik usaha produksi pangan, kios pangan maupun pengolahan hasil pertanian. Yang terpenting adalah ada kemauan untuk bergerak bersama membangun ketahanan pangan di kampung,” ujar Korneles.
Ia menjelaskan, pemerintah akan terus melakukan pendampingan, membangun komunikasi, serta mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha pangan.
“Saya hadir bukan sekadar untuk bersosialisasi, tetapi ingin melihat langsung persoalan di lapangan dan bersama-sama mencari solusi. Kalau ada kendala, mari kita terus berkomunikasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Korneles berharap seluruh kelompok UMKM yang telah dibentuk segera menyusun rencana kerja dan mulai menjalankan usahanya sehingga dalam waktu dekat mampu meningkatkan ketersediaan pangan, memperkuat ekonomi keluarga, serta mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan.
Melalui Proyek MAPAN, Pemerintah Kabupaten Maybrat menargetkan terbangunnya ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, serta kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Maybrat yang mandiri, aman, dan berkelanjutan di bidang pangan. (*)
Tidak ada komentar