Sorong Today, Aimas – Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur Provinsi Papua Barat Daya I Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (1/8/2026) malam, setelah berlangsung selama tiga hari di Gedung GOR Unimuda Sorong, Kabupaten Sorong.
Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua Barat Daya, Bernadus Asmuruf, didampingi Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya Hartono, serta Ketua Harian KONI Papua Barat Daya.
Kejuaraan perdana yang sebelumnya dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu ini diikuti sebanyak 320 atlet dari 38 kontingen, menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit pesilat terbaik di Tanah Papua.
Kepala Dispora Papua Barat Daya Bernadus Asmuruf menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur yang pertama di Provinsi Papua Barat Daya.
Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun prestasi olahraga pencak silat di daerah serta membuka peluang bagi atlet Papua Barat Daya untuk tampil di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap melalui kejuaraan ini akan lahir atlet-atlet pencak silat yang mampu membawa nama Papua Barat Daya berprestasi di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Bernadus juga mengingatkan seluruh atlet agar menjadikan kemenangan maupun kekalahan sebagai bagian dari proses pembinaan.
Menurutnya, nilai utama dari sebuah kejuaraan adalah mempererat silaturahmi, meningkatkan pengalaman bertanding, serta membentuk karakter atlet yang sportif dan bermental juara.
Sementara itu, Ketua IPSI Papua Barat Daya Adolof Kambuaya mengaku bangga atas suksesnya pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur Papua Barat Daya yang pertama.
Adolof menyebut keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, KONI, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Ini merupakan Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur Papua Barat Daya yang pertama. Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Ke depan kami berharap kejuaraan seperti ini terus dilaksanakan sebagai wadah pembinaan atlet,” katanya.
Menurut Adolof, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan jam terbang para atlet melalui kompetisi yang sehat dengan menghadirkan berbagai perguruan pencak silat dari dalam maupun luar Papua Barat Daya.
Ia berharap semakin banyak kejuaraan serupa digelar agar para pesilat memiliki pengalaman bertanding yang lebih banyak dan mampu meningkatkan kualitas teknik serta mental bertanding.
Senada dengan itu, Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya Hartono mengapresiasi keberhasilan IPSI Papua Barat Daya dalam menyelenggarakan kejuaraan perdana tersebut.
Menurutnya, Piala Gubernur Papua Barat Daya harus menjadi momentum lahirnya atlet-atlet pencak silat yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, regional, bahkan internasional.
“Saya mengucapkan selamat kepada Ketua IPSI Papua Barat Daya beserta seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan kejuaraan ini. Semoga momentum ini menjadi tonggak lahirnya atlet-atlet tangguh yang mampu mengukir prestasi di berbagai ajang,” ujar Hartono.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar terus berlatih dan tidak mudah menyerah.
“Kepada para juara saya ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil, jangan menganggap ini sebagai kegagalan. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” pesannya. (*)
Tidak ada komentar