Sorong Today, Aimas – Momentum pengukuhan Rustamadji sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong periode 2026–2030 mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Papua Barat Daya.
DPD IMM Papua Barat Daya menilai perpindahan amanah Rustamadji dari jabatan Rektor UNIMUDA Sorong ke Ketua BPH merupakan bagian penting dari perjalanan panjang pengabdian dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan kampus Muhammadiyah tersebut.
Apresiasi itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Rustamadji yang telah memimpin UNIMUDA Sorong selama 23 tahun.
Ketua Umum DPD IMM Papua Barat Daya, Samran Palapa Adji, mengatakan perjalanan Rustamadji dalam membangun UNIMUDA Sorong merupakan bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi di Tanah Papua.
“Kami menyampaikan rasa hormat, takzim, dan terima kasih yang mendalam atas segala jasa, pengorbanan, dan keteladanan yang telah Ayahanda Dr. Rustamadji, M.Si. torehkan selama 23 tahun ini,” ujar Samran di Kabupaten Sorong, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, perjalanan UNIMUDA Sorong sejak masih bernama STKIP Muhammadiyah Sorong pada 2003 hingga berkembang menjadi universitas merupakan proses panjang yang tidak terlepas dari konsistensi kepemimpinan dan pengabdian para pengelolanya.
DPD IMM Papua Barat Daya memandang pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda Muhammadiyah, khususnya kader IMM, mengenai pentingnya ketekunan, konsistensi, kolaborasi, dan keberanian membangun institusi pendidikan di tengah berbagai tantangan.
“Selamat mengemban amanah baru sebagai Ketua BPH UNIMUDA Sorong. Bagi kami di DPD IMM Papua Barat Daya, ketokohan Ayahanda adalah jangkar inspirasi yang tidak akan pernah lekang oleh waktu,” kata Samran.
Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan yang selama ini ditunjukkan Rustamadji diharapkan dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi kader IMM dalam mengembangkan gerakan intelektual dan sosial di Papua Barat Daya.
DPD IMM Papua Barat Daya juga menilai keberadaan UNIMUDA Sorong memiliki arti penting dalam pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua.
Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, menurut Samran, pengalaman kepemimpinan Rustamadji selama lebih dari dua dekade dapat menjadi bahan refleksi bagi generasi penerus untuk melanjutkan pengembangan pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Papua.
“Nilai-nilai perjuangan yang melekat pada pribadi Ayahanda akan terus kami rawat dan jadikan kompas pengarah bagi gerakan masa depan kader IMM dalam membumikan dakwah dan memajukan peradaban di Tanah Papua,” tegasnya.
Samran berharap momentum pergantian kepemimpinan di UNIMUDA Sorong dapat menjadi bagian dari kesinambungan pengembangan institusi, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya inovasi, penguatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, generasi muda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk mengambil pelajaran dari perjalanan para pendahulu dan menerjemahkannya dalam bentuk karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Legacy emas yang telah dibangun di UNIMUDA Sorong akan menjadi pemantik bagi IMM untuk melahirkan kader-kader yang siap berdampak besar secara sosial dan ekologis bagi masa depan Papua,” pungkas Samran. (*)
Tidak ada komentar