Sorong Today, Maybrat – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, kembali melanjutkan sosialisasi Penguatan Tim Teknis Dukungan Stakeholder Internal dan Eksternal Implementasi Proyek Perubahan MAPAN (Maybrat Aman Pangan) pada Rabu (22/7/2026).
Memasuki hari ketiga pelaksanaan sosialisasi, Proyek Perubahan MAPAN terus memperoleh dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Maybrat.
Kali ini, dukungan datang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Maybrat.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, Paber Hutahaean, dan Kepala DPPKB Kabupaten Maybrat, Nikanor Kocu, yang menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung keberhasilan implementasi Proyek MAPAN.
Dalam paparannya, Korneles Naa menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari tahapan aksi perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang bertujuan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkenalkan inovasi Proyek Perubahan MAPAN sekaligus membangun sinergi dengan seluruh stakeholder agar bersama-sama mendukung pelaksanaan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Korneles.
Ia mengapresiasi sambutan positif dari Dinas Kesehatan dan DPPKB Maybrat yang telah menyediakan ruang untuk berdiskusi serta menyatakan komitmen mendukung implementasi program tersebut.
Menurut Korneles, Proyek MAPAN disusun untuk menjawab berbagai isu strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Ia menjelaskan bahwa ketiga program tersebut saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat berjalan secara optimal di Kabupaten Maybrat.
“Kita harus memastikan seluruh kebutuhan pangan masyarakat tersedia, mudah diperoleh, terjangkau, aman, sehat, dan bergizi. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari sektor hulu hingga hilir,” kata Korneles.
Korneles mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan selama ini telah menjalankan berbagai program untuk menjaga ketersediaan pangan, baik komoditas strategis nasional seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging, cabai, dan bawang, maupun pangan lokal khas Maybrat seperti keladi, petatas, ubi-ubian, singkong, kacang tanah, kacang merah, pisang, serta berbagai jenis sayuran.
Menurutnya, penguatan UMKM pangan menjadi salah satu strategi penting dalam Proyek MAPAN agar hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah serta mampu memperkuat ekonomi lokal.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya percepatan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah distribusi dan pemasaran hasil pangan masyarakat.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu diperlukan kesiapan kelembagaan, pengelolaan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti gudang dan toko pangan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas pendukung koperasi di sejumlah wilayah Maybrat kini mulai berjalan dengan dukungan pemerintah pusat melalui keterlibatan TNI, sehingga pemerintah daerah perlu terus memperkuat koordinasi agar seluruh program dapat berjalan berkelanjutan.
Korneles berharap dukungan lintas OPD yang terus mengalir akan mempercepat implementasi Proyek MAPAN sebagai inovasi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung keberhasilan program-program prioritas nasional di Kabupaten Maybrat. (*)
Tidak ada komentar