Perbankan Aman, LPS Tegaskan TBP Tak Berubah dan Cakupan Penjaminan Hampir 100 Persen

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Jan 2026 14:08 102 Redaksi

Sorong Today, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) yang digelar pada Senin, 19 Januari 2026.

Kebijakan ini mencerminkan keyakinan LPS terhadap stabilitas sektor perbankan nasional sekaligus upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dalam keputusan tersebut, LPS menetapkan:

  • TBP simpanan Rupiah di Bank Umum sebesar 3,50%
  • TBP simpanan Rupiah di BPR sebesar 6,00%
  • TBP simpanan valuta asing di Bank Umum sebesar 2,00%

Ketentuan ini berlaku untuk periode 1 Februari hingga 31 Mei 2026.

Pgs. Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara kredibel dengan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi dan keuangan.

“Penetapan TBP dilakukan dengan memperhatikan tren suku bunga pasar yang relatif menurun, pertumbuhan simpanan perbankan yang positif, kondisi likuiditas yang memadai, serta cakupan penjaminan simpanan yang jauh di atas mandat Undang-Undang. Selain itu, prospek pertumbuhan ekonomi serta risiko makroekonomi global dan nasional juga menjadi pertimbangan utama,” ujar Ferdinan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Dirinya mengimbau agar perbankan senantiasa memperhatikan ketentuan TBP dalam penghimpunan dana masyarakat.

Dalam konferensi pers tersebut, LPS memaparkan bahwa kondisi industri perbankan nasional tetap terjaga dengan baik. Hingga Desember 2025, kredit perbankan tumbuh 9,63% (year-on-year), terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit investasi.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan kinerja yang lebih kuat dengan pertumbuhan 13,83% (yoy), didorong oleh peningkatan belanja pemerintah dan aktivitas korporasi.

Dari sisi ketahanan, permodalan perbankan berada pada level yang tinggi. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 26,05% per November 2025, mencerminkan kemampuan perbankan dalam memitigasi risiko kredit dan pasar.

Likuiditas perbankan juga masih sangat memadai. Rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) mencapai 28,57%, jauh di atas ambang batas minimum sebesar 10%.

LPS menegaskan bahwa program penjaminan simpanan dengan nilai maksimal Rp2 miliar per nasabah per bankmencakup 99,94% rekening bank umum dan 99,97% rekening BPR/BPRS. Angka ini jauh melampaui mandat Undang-Undang yang menetapkan cakupan minimum sebesar 90%.

Ferdinan kembali mengingatkan pentingnya transparansi bank kepada nasabah terkait TBP.

“TBP merupakan bagian dari tiga syarat penjaminan LPS (3T), yaitu simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi TBP LPS, dan nasabah tidak terlibat tindakan melanggar hukum yang merugikan bank,” tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution dalam kesempatan yang sama memaparkan kinerja LPS sepanjang tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa seluruh bank di Indonesia, baik bank umum maupun BPR, merupakan peserta program penjaminan LPS.

Sejak berdiri hingga kini, LPS telah melakukan resolusi bank melalui:

  • Likuidasi 1 bank umum, 130 BPR, dan 16 BPRS
  • Penempatan modal sementara pada 1 bank umum
  • Konversi modal (bail-in) pada 1 BPR

Kecepatan pembayaran klaim juga terus meningkat. Saat ini, rata-rata pembayaran klaim pertama kepada nasabah dilakukan dalam 5 hari kerja sejak pencabutan izin usaha bank, jauh lebih cepat dibandingkan 5 tahun lalu yang mencapai 14 hari kerja.

Secara keuangan, kinerja LPS menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir 2025:

  • Total aset LPS mencapai Rp276,2 triliun, tumbuh 13,6%
  • Surplus LPS tercatat sebesar Rp33,8 triliun, naik 13,8%
  • Cadangan Penjaminan meningkat menjadi Rp213,4 triliun

Selain itu, LPS berkontribusi nyata bagi perekonomian nasional melalui:

  • Pembayaran pajak sebesar Rp3 triliun
  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp51,4 triliun
  • Program LPS Peduli, termasuk bantuan bencana banjir di Sumatera senilai Rp1,4 miliar

Memasuki tahun 2026, LPS menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya:

  • Akselerasi persiapan program penjaminan polis yang ditargetkan berjalan pada 2027
  • Penguatan program IT BPR
  • Peningkatan literasi keuangan dan penjaminan guna menurunkan angka masyarakat unbanked, melalui kolaborasi dengan anggota KSSK, kementerian/lembaga terkait, dan pelaku industri keuangan

Menutup konferensi pers, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menegaskan komitmen LPS ke depan.

“Tahun 2026 merupakan the Great Leap bagi LPS. Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjadi lembaga resolusi yang terdepan dan terpercaya di kawasan regional dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
https://smppattimurajagakarsa.sch.id/kalender-akademik/ https://gulfrojgaar.com/dynamic-staffing-services-gulf-and-europe-jobs/ https://dpp-mmi.org/download/
PETIR800 LOGIN PETIR800 Mengenal Ciri Game Berbayar Yang Saldo Nya Tidak Bisa Ditarik Tunai Bedah Perbedaan Gacha Berbayar Dengan Undian Judi Online Literasi Apa Saja Komponen Yang Membuat Game Disebut Judi Online Regulasi Konten Game Berbayar Berlabel Judi Di Platform Distribusi Edukasi Larangan Iklan Game Berbayar Yang Menggiring Ke Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menyediakan Jalur Khusus Taruhan Uang Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Isolasi Sosial Dan Menarik Diri Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Kesehatan Mental Remaja Regulasi Larangan Promosi Game Online Penghasil Dana Berkedok Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyuruh Undang Anggota Baru Kenali Game Berbayar Yang Menyediakan Langkah Main Tanpa Taruhan Uang Cara Membedakan Battle Pass Berbayar Dengan Setoran Judi Online Literasi Mengapa Item Kosmetik Game Berbayar Bukan Bentuk Taruhan Regulasi Standar Rating Usia Game Berbayar Oleh Lembaga Resmi Edukasi Cara Verifikasi Legalitas Publisher Game Berbayar Sebelum Membeli Waspada Game Berbayar Yang Berubah Fungsi Jadi Pintu Masuk Judi Online Bahaya Game Berbasis Uang Picu Gaya Hidup Boros Dan Konsumtif Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Stabilitas Ekonomi Regulasi Kewajiban Verifikasi Akun Pada Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Mengharuskan Deposit Awal Bedah Perbedaan Permainan Skill Dengan Permainan Berbasis Keberuntungan Uang Mengenal Istilah Stake Deposit Dan Payout Dalam Dunia Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Tidak Menjanjikan Kemenangan Uang Asli Regulasi Kewajiban Izin Berusaha Bagi Platform Game Berbayar Di Indonesia Edukasi Batasan Legal Mikrotransaksi Dalam Game Berbayar Menurut Uu Waspada Game Berbayar Yang Menyembunyikan Meja Taruhan Di Balik Event Bahaya Game Berbasis Uang Picu Tindakan Kriminal Dan Utang Ilegal Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Hubungan Pertemanan Regulasi Pengawasan Game Online Penghasil Dana Oleh Otoritas Jasa Keuangan Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Memakai Wallet Pihak Ketiga Kenali Ciri Game Berbayar Yang Wajar Dan Tidak Memeras Pemain Cara Membedakan Promo Game Berbayar Dengan Promosi Bonus Judi Online Bedah Perbedaan Poin Reward Game Dengan Saldo Pertaruhan Judi Online Regulasi Perlindungan Data Pemain Pada Game Berbayar Resmi Edukasi Sanksi Bagi Platform Game Berbayar Yang Terbukti Jadi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Beroperasi Tanpa Izin Resmi Pemerintah Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Kecemasan Dan Depresi Dampak Kehilangan Modal Game Berbasis Taruhan Terhadap Pendidikan Anak Regulasi Larangan Game Online Penghasil Dana Berbentuk Skema Ponzi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menawarkan Janji Return Tetap Literasi Mengenal Model Freemium Game Berbayar Yang Tetap Legal Kenali Game Berbayar Yang Memberi Pilihan Beli Atau Tidak Tanpa Paksaan Cara Membedakan Mata Uang Virtual Game Dengan Uang Nyata Judi Online Regulasi Kewajiban Pelaporan Pendapatan Game Berbayar Ke Negara Edukasi Cara Membaca Izin Legal Platform Game Berbayar Di Website Waspada Game Berbayar Yang Berpindah Server Untuk Hindari Razia Judi Bahaya Game Berbasis Uang Picu Penarikan Diri Dari Kegiatan Sosial Dampak Kecanduan Game Berbasis Taruhan Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Regulasi Batas Kewajiban Pajak Bagi Operator Game Online Penghasil Dana Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menyembunyikan Persentase Menang Bedah Perbedaan Misi Harian Game Berbayar Dengan Tugas Taruhan Judi Online Literasi Mengapa Game Berbayar Di App Store Tidak Bisa Jadi Judi Kenali Ciri Mikrotransaksi Wajar Dalam Game Berbayar Bukan Judi Regulasi Standar Sistem Pembayaran Aman Dalam Game Berbayar Resmi Edukasi Peran Kominfo Memblokir Game Berbayar Berindikasi Judi Online Waspada Game Berbayar Yang Menawarkan Cashback Atas Setoran Pemain Bahaya Game Berbasis Uang Memicu Gangguan Konsentrasi Dan Memory Dampak Kehilangan Uang Game Berbasis Taruhan Terhadap Reputasi Keluarga Regulasi Larangan Kerja Sama Game Online Penghasil Dana Dengan Situs Judi Tanda Game Online Penghasil Dana Yang Menggiring Pemain Ke Link Judi
Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot